Tampilkan postingan dengan label Bila Amal Di bayar Kontan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bila Amal Di bayar Kontan. Tampilkan semua postingan

Senin, 16 September 2013

SANG PEMBUNUH



Telah ditemukan jenazah satpam gedung bioskop dengan bersimbah darah di rumahnya. Adapun istrinya dalam keadaan terikat dengan beberapa tusukan pada tubuhnya. Kemudian, istrinya yang sekarat dilarikan ke salah satu rumah sakit.

Para polisi telah bersungguh-sungguh mencari pelaku pembunuhan ini. Akan tetapi, hasil penyelidikan yang terkumpul tidak memberi manfaat apa-apa. Sudah sekian lama tidak ada seorang pun yang ditangkap. Setelah pencarian yang sangat melelahkan, tiba-tiba ditemukan percikan darah yang telah membeku di dekat kamar salah seorang karyawan gedung bioskop. Oleh karena itu, karyawan ini mendapat pengawalan yang ketat.

Kondisi istri korban nampak membaik, lalu aparat kepolisian mulai mewawancarainya. Akan tetapi, dari hasil wawancara tidak menambah masukan sedikit pun sebab dia hanya mengatakan ada beberapa orang tak dikenal mendobrak kamar tidurnya yang sempit, lalu meminta suaminya agar menyerahkan sejumlah uang. Dikarenakan korban menolak, mereka langsung membunuhnya dan mengikat istrinya serta melukainya dengan beberapa tusukan, lalu mereka lari di tengah kegelapan.

Kemudian, keputusan satu-satunya yang diambil aparat adalah menangkap salah seorang karyawan tersebut yang memiliki beberapa hal yang mencurigakan. Sekalipun demikian, karena karyawan tadi menolak tuduhan polisi dengan alasan tidak ada bukti yang dapat menjeratnya, maka polisi pun melepaskannya. Akan tetapi, ia masih berada dalam pengawasan yang sangat ketat.

Suatu hari, karyawan yang menjadi tertuduh itu masuk ke salah satu kasino (tempat perjudian) dengan tetap di bawah pengawalan polisi. Mereka berada di belakangnya dan sebelum mereka masuk ruang kasino, tiba-tiba terjadi pertengkaran antara para penjudi dan terdengar kegaduhan. Lalu polisi ingin mengetahui kejadian yang ada di dalam.

Akan tetapi, begitu polisi masuk, mereka dikagetkan dengan mayat yang terbujur di lantai. Setelah mendekat, ternyata mayat karyawan yang tertuduh tadi. Yang menambah keheranan mereka, saat karyawan tadi tewas, terdapat bekas pukulan botol pada tengkuknya. Ini mirip dengan cara bagaimana satpam gedung bioskop itu terbunuh.
Dan yang mengherankan lagi bahwasanya karyawan yang tertuduh tadi tidak ikut serta dalam pertengkaran yang terjadi di kasino tersebut.

Setelah kematian karyawan tadi. Istri satpam barulah mengakui bahwa ia memiliki hubungan asmara dengannya…. Ketika suaminya–satpam–mengetahui jika istrinya menjalin hubungan dengan karyawan yang terbunuh itu, karyawan itu langsung memukul suami kekasihnya dengan botol minuman keras pada tengkuknya, lalu suaminya jatuh tersungkur dan tewas. Kemudian, istri satpam dan karyawan itu bersepakat untuk mengikat kekasihnya dan menusuknya beberapa tusukan agar terbebas dari tuduhan, dan meminta agar kekasihnya berbohong di hadapan polisi dengan mengatakan bahwa ada beberapa orang tak dikenal masuk kamarnya dan membunuh suaminya, lalu mengikatnya sebagaimana yang terjadi.

Adapun sebab mengapa perempuan tadi diam dan tidak memberitahukan siapa pembunuh sebenarnya, kecuali setelah pacarnya terbunuh karena ia takut hubungan asmara antara keduanya terbongkar, dan khawatir jika dirinya kelak yang akan dibunuh kekasihnya.

Mata Buta Setelah Menghancurkan Masjid Barbari di India


Asalasah ~ Syaikh Abdullh Syyid Abdurrahman ar-Rifa’i menceritakan: Tabloid Anshari Expres yang terbit setiap Ahad di Hindia menyebutkan bahwa ada sekelompok orang-orang Hindustan yang sangat fanatik, yang sudah sekian lama ingin menyerang Islam, mereka merobohkan sebuah Masjid Barbari pada tanggal 6 December 1992.

Tabloid itu mengabarkan bahwa kurang lebih 40 orang Hindustan yang bersekongkol merobohkan masjid itu langsung buta, yang para dokter sudah angkat tangan, tidak mampu menyembuhkan kebutaan mereka itu. Orang-orang yang mendapat musibah buta mata maupun yang lainnya, yang ikut serta dalam usaha merobohkan Masjid Barbari itu sekarang hidup dalam kesengsaraan. Mereka mendapat bantuan dari perserikatan kelompok Hindustan.

Ada salah seorang ikhwan yang saya temui ketika saya melakukan penyelidikan dalam peristiwa mengenaskan itu, dia berkata, “Seluruh warga yang ikut serta dalam perbuatan yang sangat gegabah itu (merobohkan masjid) ditimpa kebutaan atau lumpuh badan.” Sesungguhnya musibah dalam peristiwa ini maupun musibah-musibah lainnya yang dtimpakan Allah pada para pelaku dosa adalah bukti nyata bahwasanya

Allah Ta’ala senantiasa menolong agama Islam ini, dan Dia membela orang-orang yang beriman. Sekalipun musuh-musuh Islam berusaha menghancurkan agama Islam dan kaum Muslimin dengan segala cara, tetapi Allah telah berjanji akan senantiasa memuliakan dan meninggikan agama-Nya serta menolong dan membelanya walaupun orang-orang kafir membencinya. Allah Ta’ala berfirman, “Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka nenentang Allah dan rasul-Nya. Barangsiapa menentang Allah, maka sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya. (Al-Hasyr: 4) Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Seungguhnya Allah benar-benar menangguhkan siksaan atas orang-orang dzalim sehingga jika Dia telah menyiksanya, maka tidak ada yang terlewat sedikit pun.”

Kemudian, beliau membaca Surat Hud: 102, ‘Dan begitulah adzab Tuhanmu, apa bila Ia mengadzab penduduk negeri-negeri yang berbuat zalim. Sesungguhnya adzab-Nya itu adalah sangat pedih lagi keras.”

Inilah Do’a Orang Yang Teraniaya


Seluruh anggota keluarga telah berada di depan meja makan untuk menunggu datangnya waktu maghrib, untuk berbuka puasa. Sekalipun makanan yang terhidang sangat sederhana, sesuai dengan kemiskinan mereka, tetapi mereka sangat mensyukurinya.
Sementara sang ayah, pikirannya sedang kacau karena memikirkan sikap orang yang menghutanginya uang. Orang tersebut bersifat sombong dan selalu mengancam jika hari ini tidak bisa melunasi hutangnya.Dari mana keluarga miskin ini akan dapat mengembalikan hutangnya, sedangkan dia juga tidak bisa memberi makan anak-anaknya? Bagaimana nanti dia akan menemui orang yang sombong tapi bodoh itu?
Tiba-tiba, ketika dia sedang bingung, terdengar pintu rumahnya diketuk sangat keras, seolah-olah rumah akan roboh, diiringi gertakan yang mengagetkan. Kemudian, laki-laki miskin itu membukakan pintu dengan tangan gemetar. Ternyata yang mengetuk pintu ialah pria yang sombong, dengan tatapan mata yang penuh kemarahan. Tanpa berbicara sepatah kata pun, lelaki sombong itu langsung menampar dan menendang serta mencaci  lelaki miskin di hadapan anak-anaknya. Anak-anaknya menangis dan berteriak minta tolong, demikian juga dengan ibunya sehingga para tetangga berdatangan. Setelah bermusyawarah–sementara lelaki miskin itu pingsan–orang sombong tersebut menyanggupi akan meninggalkan rumah si miskin. Ketika itulah azan maghrib bergema.
Bersamaan dengan azan, lelaki miskin itu siuman, lalu menatap lelaki sombong sambil menengadahkan tangan ke langit. Dengan suara terbata-bata dan linangan air mata dia berdoa, “Semoga Allah membalas kejahatanmu, semoga Allah membalas kejahatanmu. “
Berselang sepuluh hari dari kejadian yang memilukan ini, orang sombong itu merasa sakit di bagian betisnya. Dia sudah berkali-kali memeriksakannya ke dokter. Akan tetapi, tidak juga membuahkan hasil. Lalu pindah ke dokter yang lain, di pusat kota. Di rumah sakit inilah kemudian dia dirawat. Ketika masuk ke rumah sakit, dia memiliki dua buah betis utuh, setelah keluar betisnya tinggal satu.
Ternyata dia terkena penyakit kanker pada bagian kakinya. Tidak lama berselang, kakinya yang lain terserang kanker juga. Kini dia meninggalkan rumah sakit tanpa memiliki kaki, tidak bisa berjalan dan harus dibantu orang lain.
Orang sombong tersebut terkena doanya orang miskin yang dizaliminya. Beginilah akhir kehidupan orang yang zalim. Sesungguhnya Allah hanya menunda siksa-Nya, Dia tidak pernah lalai mengawasi perbuatan hamba-Nya. [Mawaqif Dzatu 'Ibar, Dr.Umar al-Asqar]
Dikutip dari Buku Bila Amal Dibayar Kontan, Penerbit Darul Falah