Tampilkan postingan dengan label kafir. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kafir. Tampilkan semua postingan

Jumat, 30 Mei 2014

Kristen Ortodok Syria, Sekilas Sama Tapi Bukan Islam




Shalat Kristen KOS 600x330 Kristen Ortodok Syria, Sekilas Sama Tapi Bukan Islam
KOS (Kristen Ortodoks Syiria ) merupakan salah satu sekte aliran kristen yang ajarannya begitu persis dengan Islam, mulai dari cara berpakaiannya yang memakai peci/kopiah, baju koko, sajadah dan juga jilbab—sekilas terlihat sama. Terlebih lagi dalam tata cara peribadatannya, ajaran ini juga mengenal sholat, namun dengan 7 waktu, yaitu:
  1. Sa’atul awwal (shubuh),
  2. Sa’atuts tsalis (dhuha),
  3. Sa’atus sadis (Zhuhur),
  4. Sa’atut tis’ah (ashar),
  5. Sa’atul ghurub (maghrib),
  6. Sa’atun naum (Isya’),
  7. Sa’atul layl (tengah malam/tahajud).
Selain tentang shalat, KOS juga memiliki pokok-pokok syari’at yang mirip sekali dengan Islam, misalkan:
  1. KOS berpuasa selama 40 hari yang disebut shaumil kabir yang mirip puasa ramadhan.
  2. KOS memiliki puasa sunnah pada hari Rabu dan Jum’at yang mirip dengan Puasa Sunnah senin dan kamis.
  3. KOS mewajibkan kepada jama’ahnya berzakat 10% dari penghasilan kotor (bruto).
  4. Kalangan perempuan KOS juga diwajibkan untuk mengenakan jilbab & jubbah yang menutup aurat hingga mata kaki.
  5. Pengajian KOS juga sering menggunakan tikar/karpet (lesehan), layaknya umat Islam yang sering mengadakan pengajian dengan hal semisal.
  6. Mengadakan acara Musabaqoh Tilawatil Injil dengan menggunakan Al-kitab yang berbahasa Arab.
  7. Mengadakan acara rawi dan shalawatan ala KOS mirip seperti apa yang dilakukan oleh sebagian kaum muslimin.
  8. Mengadakan acara Nasyid, bahkan sekarang sudah ada Nasyid “Amin al-barokah“ & Qasidah Kristen (dengan lirik yang mengandung ajaran Kristen dengan bahasa Arab).
Meski terlihat sangat santun dan membiasakan menggunakan bahasa Arab (seperti ana, antum, syukron, dsb), namun mereka tetaplah Kristen. Kitab suci mereka tetap-lah Alkitab, dan mereka juga tetap menuhankan Yesus dalam Trinitas. Hanya metodologi dakwah yang menyerupai umat Islam. Hal ini disebabkan KOS berasal dari Syiria. KOS tidak memakai 12 syahadat Iman Rasuli umat Kristen, tapi sebagai gantinya mereka memakai ”Qanun al-Iman al-Muqaddas”. Penggunaan istilah-istilah Islam sangat sering dijumpai, seperti ”Sayyidina Isa Al-masih” untuk penyebutan Yesus. Mereka juga memakai Injil yang berbahasa Arab (Al-kitab Al-Muqaddas).
Meskipun ajaran KOS dengan ajaran Islam sangat mirip dalam pelaksanaannya, akan tetapi KOS dan Islam sangat-lah jauh berbeda dari segi Tauhid atau keyakinan. Prinsip ajaran KOS masih berputar sekitar masalah trinitas, yaitu mengakui adanya Tuhan bapak, Tuhan anak dan Roh kudus. Dan juga Yesus peranakan Maria, memiliki sifat insaniyah (sifat seperti manusia): tidak tahu musim, (Mar 11: 13), lemah (Yoh 5:30), takut (Mat 26:37), bersedih (Mat 26:38), menangis (Yoh 11:35), tidur (Mat 8:24), lapar (Mat 4:2), haus (Yoh 19:28), dsb.
Perbedaan Prinsip ajaran Islam dengan KOS (Kristen Ortodoks Syiria), yaitu tauhid yang diajarkan oleh Islam bertentangan jauh dengan KOS. Islam menolak penuh ketuhanan Yesus (QS. al-Maaidah: 72), sedangkan KOS mengakui Yesus sebagai Tuhan.
Islam berkeyakinan bahwa Tuhan itu tidak mempunyai anak dan tidak diperanakkan (QS. al-Ikhlash: 3), sedangkan KOS memiliki keyakinan mengakui adanya Tuhan bapak, tuhan anak dan Roh Kudus. Dan mengakui bahwa Maria ialah Walidatul ilah (Ibu Tuhan).
Islam sangat memegang teguh kesucian nama dan sifat Allah: Allah tidak beranak dan tidak diperanakkan, Allah Maha Mengetahui, Maha Kuat, Maha Melihat, Tidak tidur dan tidak serupa dengan makhluk ciptaan-Nya, dsb.. (sangat banyak ayat Al-Qur’an yg menyatakan sifat-sifat Agung bagi Allah) sedangkan KOS tidak kuasa membendung kekurangan-kekurangan dalam sifat kemanusiaan Yesus yang tertulis dalam Al-kitab.
Walaupun apabila ditinjau dari tauhid dan keyakinan, kita dapat mengetahui kalau KOS bukanlah ajaran Islam. Tapi tetaplah ajaran ini harus sangat kita waspadai karena tampak luarnya dia begitu mirip dengan seorang Islam, seperti memakai peci, baju koko, berjilbab, serta puasa dan shalat dan juga nasyid berbahasa Arab namun mengandung ajaran kristen dan mereka mengagungkan Yesus yang mereka anggap sebagai Tuhan. Semoga bermanfaat

Biografi Bashar Al Assad - Laknatullah -




Inilah Tokoh yang telah membunuh ribuan ahlussunnah di Suriah

Bashar Al-Asad, Presiden Syiah Nushairiyyah -LAKNATULLAH-

Sudah begitu banyak perilaku keji yang dilakukan tentara Bashar, seorang Syiah Nushairiyyah terhadap para tahanan Sunni di dalam penjara. Yang paling parah adalah ketika mereka menyuruh para tahanan untuk mengagungkan Bashar, bahkan bersujud kepada presiden Suriah itu. Jika ada yang membangkang, maka akan dibunuh pada saat itu juga. Bentuk-bentuk perintah keji yang dilakukan tentara Bashar ini bukan sekedar siksaan belaka yang tidak ada tendensinya. Oleh karena itu, mari sejenak kita menilik lagi sejarah kaum Syiah Nushairiyyah pada masa awalnya.

Syiah Nushairiyyah berawal mula dari seorang Persia yang bernama Muhammad ibn Nusairi an-Numair. Dari dialah agama asing Syiah Nushairiyyah ini berdiri. Seorang manusia makhluk lemah yang mengaku-ngaku sebagai Tuhan, dia membuat agama yang tidak bisa diterima kecuali oleh akal para pendosa, orang gila, gelandangan dan anak jalanan yang sudah ‘rusak’ akalnya.

Syiah Nushairiyyah ini adalah agama yang sangat mudah yang tidak membutuhkan usaha yang melelahkan untuk menjalankannya. Pengikut agama Nushairiyyah ini, jika mereka ingin shalat cukup dengan menyebut lima nama, tidak ada tuntutan zakat, segala yang haram dalam Islam menjadi halal bagi mereka, bahkan mereka dibolehkan menzinahi ibunya, saudaranya, atau anaknya sendiri. Sungguh hanya orang-orang sangat bodoh yang mau menerima agama konyol ini, bahkan para pengikut agama ini rela bersujud dan bersyukur kepada manusia lemah pendiri aliran yang mengatasnamakan agama ini.

Jika kita melihat realitas kehidupan manusia normal, maka agama menyimpang seperti ini sangat tidak bisa diterima oleh orang-orang yang berakal sehat, tidak bisa diterima oleh orang yang paham dan mengerti tentang agama. Maka, agama seperti ini tidak lebih hanya diikuti segelintir manusia, yaitu manusia dengan moral serendah-rendahnya dan sehina-hinanya.

Dari masa pendiri Nushairiyyah ini, kita beralih ke masa tiga puluhan abad silam, untuk menelisik lagi jejak pengikut agama tak bermoral ini. Orang-orang yang mau menjadi pengikut agama hina ini tak lebih baik dari binatang, sebagaimana Allah Ta’ala telah menerangkan bahwa seluruh benda, hewan, tumbuhan, dan banyak manusia bersujud kepada Pencipta mereka yang hakiki, yaitu Allah. Allah Ta’ala berfirman,

وَلِلّهِ يَسْجُدُ مَن فِي السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ طَوْعاً وَكَرْهاً وَظِلالُهُم بِالْغُدُوِّ وَالآصَالِ

“Hanya kepada Allah-lah sujud (patuh) segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan kemauan sendiri ataupun terpaksa (dan sujud pula) bayang-bayangnya di waktu pagi dan petang hari.” (Ar-Ra’du: 15)

Kita juga tahu dalam Al-Qur’an bahwa burung Hud-hud pun mengingkari kelakuan kaum Saba’ yang menyembah selain Allah Ta’ala, sebagaimana dalam firman-Nya,

وجدتها وقومها يسجدون للشمس من دون الله وزين لهم الشيطان أعمالهم فصدهم عن السبيل فهم لا يهتدون، ألا يسجدون لله الذي يخرج الخبء في السماوات والأرض ويعلم ما تخفون وما تعلنون

“Aku mendapati dia dan kaumnya menyembah matahari, selain Allah; dan syaitan telah menjadikan mereka memandang indah perbuatan-perbuatan mereka lalu menghalangi mereka dari jalan (Allah), sehingga mereka tidak dapat petunjuk, agar mereka tidak menyembah Allah Yang mengeluarkan apa yang terpendam di langit dan di bumi dan Yang mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan apa yang kamu nyatakan.” (An-Naml: 24, 25)

Ironisnya, mereka yang mengikuti agama Nushairiyyah ini malah menjadikan diri mereka makhluk serendah-rendahnya dan sehina-hinanya makhluk, padahal Allah Ta’ala sudah memuliakan manusia dari makhluk-makhluk lainnya, Allah berfirman,

ولقد كرمنا بني آدم وحملناهم في البر والبحر ورزقناهم من الطيبات وفضلناهم على كثير ممن خلقنا تفضيل

“Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan , Kami beri mereka rezki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.” (Al-Isro’: 70)

Akan tetapi, pada realitanya di zaman yang sedang kita bicarakan tadi, banyak manusia yang ‘rusak’ akalnya bersujud kepada sesama makhluk yang bernama Sulaiman Al-Mursyid.

Sulaiman Al-Mursyid, seorang penggembala sapi yang diangkat martabatnya oleh Perancis sehingga dia mengaku-aku sebagai Tuhan. Untuk tujuan itu, Perancis merancang jas kepresidenan yang di dalamnya dipasangi rangkaian elektronik dengan batu baterei dan sakelar yang berada di saku jasnya. Cukup dengan memencet sakelar dalam sakunya, maka memancarlah cahaya dari rangkaian listrik dalam jas itu. Pada saat itulah, seluruh pengikut Nushairiyah dan dinas intelijen Perancis bersujud kepada Sulaiman Al-Mursyid dengan membaca doa: “Anta Ilahii…Engkaulah Tuhan sesembahanku.”

Apakah ada yang lebih konyol dari perbuatan semacam di atas? Bagaimana bisa mereka para pengikut Nushairiyyah ini rela menghinakan dirinya hanya untuk sesama makhluk? Coba kita simak firman Allah Ta’ala tentang Fir’aun yang mengaku sebagai Tuhan dan meminta disembah. Allah Ta’ala berfirman,

فاستخف قومه فأطاعوه إنهم كانوا قوماً فاسقي

“Maka Fir’aun mempengaruhi kaumnya (dengan perkataan itu) lalu mereka patuh kepadanya. Karena sesungguhnya mereka adalah kaum yang fasik.” (Az-Zukhruf: 54)

Sekarang, mari kita bandingkan dengan realita yang terjadi di zaman yang kita alami sekarang. Di bumi Syam, bumi Islam di negara Suriah, di mana Rasulullah Salallahu alaihi wa sallam pernah bersabda,

مادامَ أهلُ الشامِ بخيرٍ فأنتم بخي

“Selama penduduk Syam baik, maka kalian juga akan baik.” (Sunan At-Tirmidzi)

Kita lihat Nushairiyyah zaman sekarang di Suriah, mereka memaksa umat Muslim untuk mengibadahi Tuhan baru mereka, Bashar Al-Asad. Karena menurut mereka tidak ada lagi yang lebih berkuasa di Suriah selain Bashar Al-Asad, maka mengapa mereka tidak menuhankannya dan menyembahnya saja? Seperti inilah pemaksaan ketuhanan yang dilakukan kaum Nushairiyyah.

Pengikut pemimpin Nushairiyyah sekarang ini sudah menentang Rabb Semesta alam di depan berjuta manusia, pengikut lainnya ada yang mentahrif Al-Qur’an, bahkan ada yang mengatakan, “Kalaupun matahari terbit dari barat, maka pada saat itu kekuasaan Tuhan kami (Bashar) tidak akan hilang.”

Beginilah hakikat Syiah Nushairiyyah, secara tidak langsung mereka sudah mengingkari Rububiyah dan Uluhiyah Allah Ta’ala, bahkan mereka menjadikan Tuhan selain Allah sebagai tandingan-Nya. Sekarang, yang mereka tuhankan adalah Bashar Al-Asad.

Kita berharap, semoga orang-orang yang hati dan pandangan mereka masih tertutup kabut kebodohan, segera paham tentang hakikat yang terjadi di Suriah. Dan agar mereka semua tahu bahwa Allah Ta’ala menjadi saksi atas mereka, Allah Maha Melihat, Maha Mendengar dan Mengetahui segala gerak-gerik mereka. Tidak ada yang bisa menutupi apa yang terjadi di Suriah dengan membagus-baguskannya atau menghiasinya, karena Allah akan mengungkapnya pada hari yang akan tiba. Allah Ta’ala berfirman,

ستكتب شهادتهم ويسألون

“Kelak akan dituliskan persaksian mereka dan mereka akan dimintai pertanggung-jawaban.” (Az-Zukhruf: 19)

Selasa, 28 Agustus 2012

TASYABUH

                                                               TASYABUH

A. PENGERTIAN TASYABUH

      Al-Tasyabuh secara bahasa di ambil dari kata Al-Musyabahah yang berarti meniru atau mencontoh , menjalin atau mengaikatkan diri dan mengikuti. At-Tasbih berarti peniruan dan mutasyabihat berati mutamatsilat atau serupa, di katakan artinya serupa dengannya, meniru dan mengikutinya.

Tasyabuh yang di larang dalam Al-Qur'an dan As-Sunnah secara syar'i adalah menyerupai orang-orang kafir dalam segala bentuk dan sifatnya baik dalam aqidah, perbuatan, kebudayaan atau dalam pola tingkah laku yang menunjukan ciri khas mereka yakni orang-orang kafir atau kaum kafir.

Termasuk dalam tasyabuh yaitu meniru terhadap orang-orang shalih walaupun merka itu dari kalangan kaum muslumin seperti oramg-orang fasiq, awam dan jahil atau orang arab badui yang tidak sempurna keislamannya.


B. LARANGAN BERTASYABUH

     Mencontoh dan meniru budaya atau tradisi lain dalam islam di kenal dengan sebutan tasyabuh.

Pehatikan firman Allah swt :

    " Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka menginggat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun kepada mereka dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al-Kitab kepadanya. Kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasiq ". QS.Al-Hadid 16

Ibnu Taimiyah menjelaskan :

 "Firmanya janganlah mereka seperti orang-orang sebelumnya di turunkan Al-Kitab  kepada mereka, merupakan larangan bersifat mutlak dalam hal penyerupaan terhadap mereka orang kafir. Larangan ini juga khusus menyerupai mereka dalam hal kerasnya hati, sedangkan kerasnya hati termasuk di antara buah kemaksiatan "

Sedangkan Ibnu Katsir mengomentari ayat di atas "

 " Oleh karena itu, Allah melarang orang-orang yang beriman untuk menyerupai mereka orang kafir dalam hal apapun baik dalam perkara pokok ( ushuliyyah ) maupun cabang ( furu'iyyah ) ".

Allah swt berfirman :

  " Dan sesungguhnya telah Kami berikan kepada Bani Israil Al-Kitab ( Taurat ), kekuasaan dan kenabian dan Kami berikan kepada mereka rezqi-rezqi dan kami lebihkan mereka atas bangsa-bangsa ( pada masanya ).Dan Kami berikan kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata tentang urusan agama : maka mereka tidak berselisih melainkan sesudah datang kepada mereka pengetahuan karena kedengkian yang ada di antara mereka. Sesungguhnya Tuhanmu akan memutuskan antara mereka pada hari kiamat terhadap apa yang mereka selalu berselisih padanya. Kemudian Kami jadikan kamu berada di atas suatu syari'at ( peraturan 0 dari urusan agama itu, maka ikutilah syari'at itu dan janganlah kamu ikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui ". QS.Al-Jatsiyah 16-18

 Allah melarang Nabi Muhammad saw untuk mengikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui. Termasuk di dalamnya, orang-orang yang tidak mengetahui segala sesuatu yang menyelisihi syari'at Allah. Yang di maksud hawa nafsu adalah apa yang di inginkan dan apa yang ada pada diri orang-orang kafir, musyrik, baik penampilan lahir maupun batin. Orang-orang kafir akan merasa senang jika mengetahui kaum muslimin telah mengikuti dan meniru mereka. Rasulullah saw memberikan teladan yang baik untuk umatnya. Beliau selalu berusaha menyelesihi penampilan, tradisi dan perbuatan orang-orang yahudi dan nashrani.

 " Selisihilah orang-orang musyrik ". HR.Bukhari

 " Selisihilah orang-orang yahudi ". HR.Abu Dawud

 " Selisihilah orang-orang majusi ".HR.Muslim

C. MENGAPA TASYABUH TERHADAP ORANG-ORANG KAFIR DI LARANG.

 Adapun penyebab larangan tersebut :

  1. Karena semua perbuatan orang kafir pada dasarnya di bangun di atas pondasi kesesatan atau dholallah dan kerusakan atau fasad. Inilah sebenarnya titik tolak dari semua perbuatan dan amalan orang kafir. Baik yang menakjubkan atau tidak, baik yang nampak ataupun yang terselubung. Karena sesungguhnya yang menjadi dasar semua aktivitas orang-orang kafir adalah dholal atau sesat dan fasas. Baik dalam aqidah, adat-istiadat, perayaan-perayaan hari-hari besar ataupun pola dalam tingkah lakunya atau pola hidupnya.

 2. Dengan bertasyabuh dengan orang kafir maka seseorang muslim akan mengagumi, mencintai dan menjadi pengikut mereka tanpa sadar yang berartu dia telah menentang Allah dan Rasul Nya dan dia akanmengikuti jalur orang yang tidak beriman. Perhatikan firman Allah : " Dan barangsiapa yang menentang Rasul Nya sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mu'min, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah di kuasainya itu dan kami masukan kedalam Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali ". QS.An-Nisaa 115

 3. Hubungan atara sang peniru dan yang ditiru seperti terjadinya pengikut da yang diikuti merupakan bentuk yang disertai kecenderungan hati, keinginan untuk menolong serta menyetujui semua perkataan dan perbuatannya dan sikap itulah yang menjadi bagian dari unsur keimanan dimana seorang muslim tidak di harapkan terjerumus kedalamnya.

 4. Sebagian besar tasyabuh mewariskan rasa kagum dan bangga dan dari sinilah timbul rasa kagum kepada kebudayaan, pola tingkah laku, perangai dan segala kerusakan yang mereka miliki, kegaguman kepada orang kafir tersebut akan berdampak penghinaan terhadap As-Sunnah, melecehkan kebenaran serta petunjuk yang di bawa oleh Rasulullah saw karena barangsiapa yang menyerupai suatu kaum pasti sepakat atau setuju atau senang dengan fiqrah atau pemikiran mereka dan ridho pada semua aktivitasnya. Inilah bentuk kekeguman terhadap mereka.

DASAR LARANGAN BERTASYABUH :

 " Sungguh kalian akan mengikuti jejak orang sebelum kalian, sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta. Hingga kelubang biawakpun kamu akan mengikuti juga. Para shahabat bertanya, Wahai Rasulullah apakah mereka orang-orang yahudi dan nashrani ?. Beliau menjawab siapa lagi kalu bukan mereka ". HR. Muttafaqun 'Alaih

 " Manta tsabaha bii qoumin fahuwa mihu " Barang siapa yang menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk golongan mereka  ". HR. Ahmad

Tasyabuh merupakan persoalan yang harus kita seriusi, karena dalam satu hari, tak terbilang kita memohon kepada Allah untuk di selamatkan dari orang-orang yahudi dan nasharani.  " Tunjukilah kami jalan yang lurus. Yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan ni'mat kepada mereka : bukan jalan mereka yang dimurkai ( orang-orang yang mengetahui kebenaran dan meninggalkannya ), dan bukan pula jalan mereka yang sesat ( orang-orang yang meninggalkan kebenaran karena ketidaktahuan dan kejahilan ) ". QS.Al-Fatihah 6-7

semoga bermanfaat bagi semua nya. Aamiin..