Sabtu, 23 Maret 2013

MEMEGANG TEGUH AL-QUR'AN DAN AS-SUNNAH.




            Keterpurukan dan kondisi umat Islam saat ini, bukan disebabkan karena kehebatan dan kemajuan umat lain. Namun disebabkan oleh kesalahan kita sendiri dalam memilih cara hidup yang tidak sesuai dengan tuntunan Islam. Sebagian pemuka agama ada yang berperilaku seperti perilaku pemuka agama Yahudi dan Nasrani.

           Mereka menyembunyikan yang haq, karena alasan yang bersifat pribadi. Bahkan sebagian yang lain menyembunyikannya karena alasan rejeki. Padahal Ar Razaq itu hanya Allah swt. Bagaimana dapat memperoleh rejeki yang barakah kalau jalannya dengan menyembunyikan yang haq? Sebagian yang lain suka mencampur adukkan yang haq dan yang batil. Sehingga umat tidak bisa melihat dengan jelas mana yang halal dan mana yang haram. Kebenaran yang seharusnya disampaikan dengan jelas menjadi kabur, kelihatan samar-samar.

         Sedangkan sebagian besar rakyat jelata malas mempelajari kebenaran langsung dari sumbernya Al Qur’an dan As Sunnah. Sehingga apa yang mereka dapatkan kebatilan yang dipoles sehingga seolah-olah nampak benar. Yang mereka jadikan rujukan hanya mitos, tradisi, dan pendapat para kyai, bukan Al Qur’an dan As Sunnah. Padahal siapa yang dapat menjamin kebenaran dari ketiganya? Tidak ada sama sekali.
Apalagi sebagian yang lain lebih suka hiburan, foya-foya, dan memuaskan hawa nafsu dari pada menuntut ilmu. Panggung-panggung hiburan yang menampilkan para penyanyi ndhang ndhut selalu dipenuhi oleh anak-anak muda, laki-laki maupun perempuan yang bercampur baur. Sedang pengajian yang mengajarkan Al Qur’an dan As Sunnah mereka abaikan begitu saja. Mereka tidak suka dibimbing untuk menjadi bangsa yang maju terpimpin. Mereka lebih suka hidup bebas untuk memuaskan hawa nafsu.
Maka tidak heran kalau yang kita lihat bukan kemajuan tapi kemerosotan, bukan prestasi tapi dekadensi, bukan kehidupan yang aman, tenteram, damai, dan sejahtera, tetapi kehidupan yang resah, gelisah, penuh kebencian dan kedengkian.

         Bagaimana kita dapat memperbaiki-nya? Sudahkah kita terlambat untuk berbuat? Tidak ada kata terlambat untuk bertaubat. Selama hayat masih dikandung badan, sebelum nyawa sampai di tenggorokan, Allah tetap akan menghargai pertaubatan kita. Sebagai orang awam sebaiknya segera kita berusaha untuk mempelajari Al Qur’an dan As Sunnah, sehingga tidak mudah tertipu dan tersesat dalam beramal. Rasulullah saw berwasiat dalam sebuah hadist riwayat Ibnu Abdil Barr :

“Aku telah meninggalkan kepadamu dua perkara yang kamu tidak akan sesat selama kamu berpegang teguh kepada keduanya, yaitu Kitab Allah dan Sunnah Nabi-Nya.” Apa yang kita fahami dari Al Qur’an dan As Sunnah segera kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari. Amalan inilah yang memungkinkan terjadinya proses perubahan karakter kita yang jelek manjadi baik, malas menjadi rajin, kikir menjadi dermawan, isyrak menjadi ikhlas.

       Dalam hadist yang diriwayatkan oleh Imam Hakim dari Hudzaifah Rasulullah saw berpesan: Duru ma’a kitabillahi haitsu ma dara (Hendaklah kamu sekalian beredar bersama kitab Allah kemana saja dia beredar). Rasulullah saw mengajak kita semua untuk senantiasa mengikuti Al Qur’an. Menjadikan Al Qur’an sebagai imam kita dan pemberi arah gerak kita. Dan menjadikannya sebagai rujukan atas kebenaran, karena Al Qur’an tidak pernah tersentuh oleh kebatilan, baik dari depan maupun dari belakangnya (QS 41: 42).

وَهَذَا كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ مُبَارَكٌ فَاتَّبِعُوهُ وَاتَّقُوا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

Dan Al Qur’an itu adalah kitab yang Kami turunkan yang diberkati, maka ikutilah dia dan bertakwalah agar kamu diberi rahmat (QS 6: 155)

          Ayat yang dikutip di atas mengingatkan kepada kita semua untuk mengikutinya, mengikuti aturan, tata kehidupan dan nilai-nilai moral yang diajarkan Allah di dalamnya dan mengingatkan kita untuk bertakwa agar kita mendapatkan kasih sayang-Nya.

      Begitu pentingnya bertakwa sehingga beliau saw juga berpesan: “Ittaqillaha haitsu ma kunta” (bertakwalah kepada Allah dimana saja kamu berada.) Umat ini terpuruk dan hina karena jauh dari cinta dan kasih sayang-Nya. Untuk itu hanya dengan kembali bertaat kepada-Nya dan mengikuti sunnah nabi-Nya kita akan mendapatkan cinta dan kasih sayangnya (QS 3: 31). Bahkan dengan jalan berbuat taat kepada Allah dan Rasul-Nya inilah kita akan mendapatkan kemenangan yang besar (QS 4: 13). Akan tetapi sebaliknya kalau kita durhaka kepada Allah dan Rasul-Nya yang akan kita peroleh tiada lain kecuali neraka dan siksa yang menghinakan (QS 4: 14).

        Sebagai tokoh masyarakat, pemuka agama, atau orang yang dituakan di lingkungannya, hendaklah kita berusaha untuk senantiasa meningkatkan kualitas moral dan intelektual kita masing-masing. Dengan senantiasa mengoreksi pikiran, ucapan, dan amalan kita dengan ayat-ayat Al Qur’an dan As Sunnah. Apa yang sesuai kita syukuri dengan terus meningkatkan diri dan apa yang tidak sesuai segera kita tinggalkan.

       Dunia ini bergerak dengan cepat, anak muda maju dengan pesat didukung oleh berbagai fasilitas baru seperti CD, komputer, televisi, dan internet. Sebagai orang tua kalau kita tidak bergerak maju, merasa cukup ilmu yang dimiliki, maka kita akan tertinggal dari yang muda. Bukan masanya lagi kita memperdebatkan khilafiyyah. Dengan semangat kembali kepada Al Qur’an dan As Sunnah, mari kita saling menghormati. Lana a’maluna walakum a’malukum. Mari kita saling bekerja-sama, kalau memang tidak bisa mari kita sama-sama bekerja.

      Rasulullah SAW pernah berpesan bahwa beliau telah meninggalkan 2 perkara yang apabila manusia berpegang teguh kepada keduanya mereka tidak akan tersesat selamanya. Kedua perkara itu adalah Al-Qur’an dan As-Sunnah. Maka menjadi sangat penting bagi orang Islam untuk memahami Al-Qur’an dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Ketertinggalan ummat Islam dari ummat lain dalam berbagai bidang kehidupan bukan karena kehebatan ummat lain, tetapi karena ummat Islam tidak memahami ajaran agamanya sendiri
.
        Mereka hidup terombang-ambing oleh keinginan hawa nafsunya, tidak memiliki pegangan yang kuat. Sebagian karena tidak memahami Al-Qur’an dan sebagian lain karena tidak mentaati Al-Qur’an. Menurut Imam Ibnul-Qayyim Al-Jauziy kelompok pertama tidak memperoleh hidayah ilmu, sedang kelompok kedua meski telah memperoleh hidayah ilmu tetapi tidak memperoleh hidayah amal.

          Imam Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan bahwa barangsiapa yang Allah menghendaki kebaikan kepadanya, maka Allah akan memberinya kefahaman dalam agamanya. Faham terhadap agamanya berarti memahami Al-Qur’an dan Sunnah Nabi Muhammad SAW, yang merupakan warisan yang sangat berharga bagi ummat manusia yang mau memahami dan mengimaninya.

          Bagi kita ummat Islam harus mengimani sepenuh hati, tanpa ragu, bahwa hanya dengan Al-Qur’an manusia secara pribadi maupun secara keseluruhan bisa menjadi baik dan selamat dalam hidupnya di dunia ini maupun di akhirat kelak.
Imam Malik mengatakan, “Tidak akan dapat memperbaiki (keadaan) ummat akhir ini melainkan dengan apa yang pernah memperbaiki (keadaan) ummat pertamanya”. Rasulullah SAW memerintahkan, “Beredarlah kalian mengikuti Al-Qur’an ke mana saja dia beredar [HR. Hakim].

Dan sabdanya yang lain, “Barangsiapa menjadikan Al-Qur’an itu di depannya (untuk diikuti) maka akan membawanya ke surga, dan barangsiapa yang menjadikan Al-Qur’an itu di belakangnya (mengikuti hawa nafsunya), maka akan memasukkan ke dalam neraka. [HR. Ibnu Majah]

        Dari situ jelaslah bahwa manusia sejak dahulu sampai sekarang ini tidak akan bisa menjadi baik tanpa memahami dan mengikuti Al-Qur’an.

         Lebih tegas lagi Allah SWT menjelaskan, “Ini adalah sebuah kitab (Al-Qur’an) yang Kami turunkan, penuh berkah, supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran. [QS. Shaad : 29].

           Dan juga firman Allah SWT yang artinya, “Dan (yang Kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain) karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu bertaqwa. [QS. Al-An'aam : 153]

Dan apakah tidak cukup bagi mereka bahwasanya Kami tidak menurunkan kepadamu Al-Qur’an, sedang dia dibacakan kepada mereka ? Sesungguhnya dalam Al-Qur’an itu terdapat rahmat yang besar dan pelajaran bagi orang-orang yang beriman. [QS. Al-'Ankabuut : 51]
Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al-Qur’an yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang, gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka diwaktu mengingat Allah, itulah petunjuk Allah, dengan kitab itu (Al-Qur’an). Dia menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya. Da barangsiapa yang disesatkan Allah, maka tidak ada seorangpun pemberi petunjuk baginya. [QS. Az-Zumar : 23]
Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah dan kitab yang menerangkan. Dengan kitab (Al-Qur’an) itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keridlaan-Nya ke jalan keselamatan, dan dengan Al-Qur’an itu pula Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap-gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus. [QS. Al-Maaidah : 15-16]

Sesungguhnya orang-orang yang mengingkari Al-Qur’an ketika Al-Qur’an itu datang kepada mereka, mereka itu pasti akan celaka, dan sesungguhnya Al-Qur’an itu adalah kitab yang mulia. Yang tidak datang kepadanya (Al-Qur’an) kebathilan baik dari depan maupun dari belakangnya, yang diturunkan dari Tuhan yang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji. [QS. Fushshilat : 41-42]

               Dari beberapa ayat Al-Qur’an tersebut memberi pengertian kepada kita serta meyaqinkan bahwa manusia menjadi selamat karena mengimani dan memahami serta mengamalkan Al-Qur’an. Dan manusia menjadi sesat juga karenanya tidak memahami dan tidak mengimani Al-Qur’an. Dengan demikian sangat penting memahami Al-Qur’an bagi siapasaja yang menginginkan keselamatan dan kebahagiaan hidupnya di dunia dan di akhirat kelak, bagi ummat Islam fardlu ‘ain memahami Al-Qur’an, agar dapat menjadi orang Islam yang benar-benar tingkah lakunya sesuai dengan petunjuk Al-Qur’an yang merupakan sumbernya ajaran Islam.

Semoga bermanfat bagi kita semua, aamiin.

Jumat, 15 Maret 2013

PENTINGNYA AMAR MA'RUF NAHI MUNGKAR


           Syekh Muhammad Abduh pernah mengatakan: “Al-Islamu mahjuubun bilmuslimiin.” (Islam itu tertutup oleh orang-orang Islam.) Umat Islam seharusnya menjadi umat yang terbaik (khaira ummah), akan tetapi kenyataannya tidak demikian.

           Para pejabat banyak yang melakukan korupsi, pemerasan dan pencucian uang untuk menopang gaya hidup borjuis. Para remaja banyak yang menenggak miras, mengkonsumsi narkoba, dan mendewa-dewakan kebebasan yang kebablasan, mempraktekkan pergaulan dan sex bebas.

           Sementara itu dalam suasana perekonomian yang sulit dan kenaikan harga pangan yang membubung tinggi masih saja ada orang yang tega berbuat riba. Rentenir, bank plecit, dan lintah darat bergerilya ke pasar tradisional dan warung-warung kecil menggerogoti perekonomian rakyat miskin.

Padahal Imam Hakim meriwayatkan dari Ibnu Abbas RA bahwa Nabi SAW pernah bersabda (yang artinya): “Apabila zina dan riba sudah merajalela di suatu negeri, berarti mereka telah menghalalkan/merelakan jatuhnya siksa Allah pada diri mereka sendiri”.

Tidak hanya zina dan riba, hampir semua kemakshiyatan dan kedhaliman tumbuh subur di negeri ini.
Seolah kita tidak berdaya untuk mencegahnya.

Padahal di dalam QS An-Nahl : 61 Allah mengancam: “Jikalau Allah menghukum manusia karena kedhalimannya, niscaya tidak akan ditinggalkan-Nya di muka bumi sesuatupun dari makhluk yang melata”, Na’udzubillah.

         Saudaraku, tentu kita tidak menghendaki negeri ini dihancurkan Allah dengan sehancur-hancurnya. Kita tidak menghendaki bangsa ini dihancurkan Allah seperti kehancuran yang dialami oleh kaum ‘Aad dan Tsamut, tidak seorangpun disisakan dari mereka. [QS An-Najm : 50-51]

            Kita harus bergerak mencegahnya melalui amar ma’ruf nahi munkar. Menyampaikan buah pikiran yang baik, lalu menganjurkan, mempromosikan, dan mengajak orang lain kepada kebaikan. Dalam waktu yang bersamaan kita melemahkan ide-ide buruk yang berkembang di masyarakat, menunjukkan penolakan, dan mengalahkannya dengan buah pikiran yang cemerlang. Rasulullah SAW menghasung kita untuk mencegah kemungkaran dengan tangan, bila tidak mampu dengan lisan, bila tidak mampu dengan hati.
Kita bisa memanfaatkan aparat penegak hukum untuk mencegah kemungkaran dengan kekuatan yang mereka miliki. Jangan cuek saja bila melihat kemakshiyatan, laporkan kepada aparat penegak hukum terdekat. Bila mereka tidak bergerak mencegahnya, laporkan kepada aparat yang lebih tinggi tingkatannya. Kita tingkatkan kepedulian kita kepada masyarakat untuk mencegah kemurkaan Allah, karena kemungkaran yang dilakukan oleh orang-orang yang jahat. Kita ajak umat untuk kembali ke jalan Allah.

        Kita gencarkan da’wah untuk mengajak umat kembali kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah. Kita yaqinkan ummat bahwa keselamatan dari siksa api neraka dan kejayaan bangsa hanya bisa diperoleh dengan Al-Qur’an. Kita tunjukkan keteladanan yang telah dipraktekkan oleh Rasulullah SAW melalui sunnahnya. Kita bangun kehidupan kebersamaan dalam Islam, karena bersatu kita, teguh bercerai kita runtuh. Semoga dengan jalan demikian Allah menjauhkan kita dari kehancuran.

 Allah SWT pernah memberikan julukan para sahabat Rasulullah SAW sebagai umat yang terbaik yang dilahirkan untuk kepentingan manusia. Yang demikian itu karena mereka teguh dalam iman kepada Allah dan bersungguh-sungguh melaksanakan amar ma’ruf nahi munkar.

كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَلَوْ آمَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ مِنْهُمُ الْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ الْفَاسِقُونَ

Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya ahli kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik. [QS Ali Imran : 110].

               Islam sebagai agama sangat berwibawa di mata agama-agama lain di dunia. Umat Islam sebagai pemeluknya sangat dihormati baik oleh kawan maupun lawan. Hak-hak individual maupun sosial di tengah masyarakat sangat dihargai. Namimah, ghibah, dan fitnah dapat diminimalisir. Gangguan keamanan, pencurian dan perampokan amat sangat jarang terdengar. Yang ada justru kehidupan yang digambarkan oleh Rasulullah SAW bagaikan satu bangunan yang saling menguatkan satu bagian dengan bagian yang lainnya.
Beliau menetapkan bahwa diantara sesama orang beriman itu haram darahnya, haram kehormatannya dan haram hartanya. Semua pelanggaran atas hukum yang telah ditetapkan akan dikenakan sangsi yang ditegakkan dengan adil. Orang yang membunuh akan diqishash kecuali ahli warisnya memaafkan. Remaja yang berzina akan dicambuk, sedang mukhshan/mukhshanat yang berzina akan dirajam. Orang yang mencuri dengan kriteria tertentu akan dipotong tangannya. Keadaan jauh berbeda dengan apa yang dialami umat Islam saat ini. Mereka tidak lagi memiliki kewibawaan, cenderung dilecehkan, dan dikalahkan dalam berbagai kompetisi melawan umat lain.

               Ulama sepakat penyebabnya adalah karena mereka jauh dari Islam, jauh dari Al-Qur’an dan As-Sunnah. Islam tinggal namanya, Qur’an tinggal tulisannya, masjid-masjidnya ramai tetapi jauh dari hidayah Allah. Mereka tidak beriman dengan iman yang sebenarnya. Maka kualitas iman umat Islam tidak ubahnya seperti buih. Tidak yakin akan kehidupan akhirat, tidak percaya akan janji-janji Allah, sehingga tidak muncul keberanian untuk melakukan amar ma’ruf nahi munkar.
Akibatnya dari pelosok desa sampai pusat kota banyak terjadi tindak kriminalitas. Bahkan para penjahatpun semakin berani melaksanakan aksinya. Sampai-sampai ada sebuah bank di tengah kota dirampok oleh 16 orang perampok bersenjata api, seorang anggota brimob tewas dan dua orang security mengalami luka tembak. Na’udzubillah.
Saudaraku, hidup di dunia ini hanya sebentar, sedang akhiratlah yang kekal

يَا قَوْمِ إِنَّمَا هَذِهِ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا مَتَاعٌ وَإِنَّ الآخِرَةَ هِيَ دَارُ الْقَرَارِ

Hai kaumku, Sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan (sementara) dan Sesungguhnya akhirat Itulah negeri yang kekal.[QS Al-Mu'min : 39].

             Mari kita perkuat iman kita kepada Allah dan hari Akhir, karena Dialah penentu kebahagiaan hidup kita yang kekal di akhirat. Ketika Allah melalui rasul-Nya memerintahkan kepada kita untuk melakukan amar ma’ruf nahi munkar, maka mari kita sambut dengan senang hati. Kita laksanakan mulai dari diri kita sendiri, anggota keluarga, kerabat dekat, lalu melebar ke tengah masyarakat. Dalam satu hadist Rasululah SAW menilai amar ma’ruf nahi munkar sebagai satu bentuk sedekah.

               Dalam hadist yang lain Rasululah SAW memerintahkan kita untuk mencegah kemunkaran dengan tangan. Jika tidak mampu, maka dengan lisan. Dan jika itu tidak mampu, maka dengan hati. Sedanngkan yang terakhir ini dikategorikan ke dalam iman yang paling lemah. Semoga Allah menganugerahkan kepada kita iman yang kuat dan keberanian untuk ber-amar ma’ruf nahi munkar, aamiin


SEJARAH ULANG TAHUN

        

Sejarah Perayaan Ulang Tahun


Sejarah Hari Ulang Tahun.

                Hal ini sangat menarik untuk mempelajari sejarah perayaan ulang tahun. Sejarah ulang tahun dapat ditelusuri sebelum munculnya agama Kristen di mana perayaan untuk menangkal roh jahat! Jika ini mengejutkan Anda, baca terus untuk fakta yang lebih menarik dan kemajuan bertahap dari perayaan ulang tahun dalam sejarah.

Perkembangan Kalender.

        Awalnya manusia tidak tahu bagaimana menghitung tanggal sehingga mereka tidak dapat memperhatikan peringatan peristiwa penting (baca: dianggap penting, pent) seperti ulang tahun. Secara bertahap, manusia mulai mengerti siklus lunar dan mereka mengembangkan kalender berdasarkan siklus lunar tersebut. Hal ini membuat mudah bagi mereka untuk menghitung tanggal lahir dan merayakannya.

Sejarah Perayaan Hari Ulang Tahun.
  
           Sejarah perayaan ulang tahun dapat ditelusuri kembali sebelum munculnya Kristen. Dalam budaya pagan diyakini roh-roh jahat mengunjungi orang – orang pada hari ulang tahun mereka. Untuk melindungi orang yang memiliki ulang tahun dari pengaruh jahat, orang-orang diundang untuk mengelilingi dia dan berpesta. Membuat banyak suara untuk menakut-nakuti roh-roh jahat. Pada waktu itu tidak ada tradisi membawa hadiah dan tamu menghadiri pesta ulang tahun akan membawa keinginan yang baik bagi orang ulang tahun. Namun, jika tamu membawa hadiah itu dianggap sebagai pertanda baik bagi orang kehormatan. Kemudian, bunga menjadi cukup populer sebagai hadiah Ulang Tahun.

Catatan Perayaan Ulang Tahun.
             Para sejarawan yakin bahwa perayaan ulang tahun diselenggarakan di beberapa masa tetapi ada beberapa catatan yang sama. deskripsi perayaan ulang tahun terdokumentasi hanya untuk raja-raja, bangsawan jabatan tinggi dan mereka yang memegang posisi tinggi di masyarakat. Pada masyarakat umum dan terutama anak-anak tidak mampu untuk merayakan ulang tahun. Sejarawan percaya bahwa perbedaan ini ada karena hanya kaum bangsawan itu cukup kaya untuk mengadakan pesta ulang tahun dan dianggap cukup penting untuk ditulis tentang perayaannya tersebut.

Perayaan Ulang Tahun Populer dalam Sejarah.
* Perayaan Ulang tahun yang paling terkenal dalam sejarah adalah Yesus Kristus. Selama hampir 2000 tahun sejak kelahiran Yesus di Betlehem, orang Kristen telah menghormatinya sebagai Natal.
* Sekitar 4.000 tahun yang lalu Raja Firaun merayakan ulang tahunnya dengan memberikan suatu hari raya bagi pengikut istananya.
“Dan terjadilah pada hari ketiga, hari kelahiran Firaun, maka Firaun mengadakan perjamuan untuk semua pegawainya. Ia meninggikan kepala juru minuman dan kepala juru roti itu di tengah-tengah para pegawainya.” [Perjanjian Lama, Kejadian 40 : 20]
* Raja Herodes dikatakan telah merayakan ulang tahunnya dengan memperlakukan raja, kapten tinggi dan teman-teman khusus dengan pesta makan malam khusus di Galilea.
“Akhirnya tiba juga kesempatan yang baik bagi Herodias, ketika Herodes pada hari ulang tahunnya mengadakan perjamuan untuk pembesar-pembesarnya perwira-perwiranya dan orang-orang terkemuka di Galilea.” [Perjanjian Baru, Markus 6:21]

Sejarah Tradisi dan Simbol – Simbol Ulang Tahun yang Populer
Beberapa tradisi dan simbol-simbol ulang tahun yang populer yang kita lihat sekarang ini berasal ratusan tahun yang lalu. Beberapa percaya bahwa tradisi kue ulang tahun yang dimulai oleh orang Yunani awal yang membuat kue berbentuk bulat atau bulan (merepresentasikan bulan purnama) untuk kuil Artemis – Dewi Bulan. Lainnya percaya bahwa kebiasaan kue ulang tahun yang dimulai di Jerman di mana orang membuat roti dalam bentuk bayi Yesus kain lampin.
Kebiasaan populer menyalakan lilin pada kue dikatakan berasal dari Yunani yang menggunakan lilin yang menyala pada kue yang dipersembahkan untuk Artemis (Dewi Bulan) untuk membuatnya bersinar layaknya bulan. Meskipun beberapa percaya bahwa adat berasal karena keyakinan agama bahwa tuhan tinggal di langit dan menyalakan lilin membantu untuk mengirim sinyal atau doa kepada dewa. Jerman dikatakan telah menempatkan sebuah lilin besar di tengah kue untuk melambangkan ‘cahaya kehidupan’. Bahkan orang-orang hari ini membuat ‘silent wishes’ saat mereka meniup lilin. Hal ini diyakini bahwa meniup semua lilin dalam satu nafas membawa keberuntungan.

Ulang Tahun di Masa Kini
Selama bertahun-tahun perayaan ulang tahun menjadi sangat populer di seluruh dunia dan hari ini mereka secara global dirayakan oleh orang-orang terlepas dari kasta dan status sosial. Meskipun metode perayaan ulang tahun serupa di sejumlah negara beberapa negara mengikuti cara unik untuk perayaan berdasarkan lingkungan budaya mereka, tradisi agama dan kepercayaan spiritual. Di mana-mana ulang tahun adalah hari istimewa orang dan pesta ulang tahun diselenggarakan untuk menikmati hari dengan bersenang-senang dengan orang yang dicintai. Mereka yang tidak mampu hadir, mengirim ucapan selamat dan do’a mereka lewat Birthday Cards mengikuti tradisi yang dimulai di Inggris sekitar 100 tahun yang lalu. [ http://www.tokenz.com/history-of-birthday.html%5D

Berdasarkan sejarah di atas maka perayaan hari ulang tahun itu berasal dari tradisi paganisme, raja firaun, raja herodes dan umat nasrani yang kental akan kesyirikan dan tahayul. Perayaan ini bukanlah berasal dari Islam, tidak sama sekali. Sudah sepatutnya kita sebagai umat Islam meninggalkan perayaan ulang tahun di samping itu, ini merupakan bentuk tasyabbuh dengan orang kafir.
Allah ta’ala berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تُطِيعُوا فَرِيقًا مِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ يَرُدُّوكُمْ بَعْدَ إِيمَانِكُمْ كَافِرِينَ * وَكَيْفَ تَكْفُرُونَ وَأَنْتُمْ تُتْلَى عَلَيْكُمْ آيَاتُ اللَّهِ وَفِيكُمْ رَسُولُهُ وَمَنْ يَعْتَصِمْ بِاللَّهِ فَقَدْ هُدِيَ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

“Hai orang-orang yang beriman, jika kamu mengikuti sebahagian dari orang-orang yang diberi Al-Kitab, niscaya mereka akan mengembalikan kamu menjadi orang kafir sesudah kamu beriman. Bagaimanakah kamu (sampai) menjadi kafir, padahal ayat-ayat Allah dibacakan kepada kamu, dan Rasul-Nya pun berada di tengah-tengah kamu? Barang siapa yang berpegang teguh kepada (agama) Allah maka sesungguhnya ia telah diberi petunjuk kepada jalan yang lurus.” [QS. Ali ‘Imraan : 100-101]

Sebagai dalil bahwasannya orang-orang kafir bergembira dengan perbuatan kaum muslimin yang menyerupai mereka adalah firman Allah ta’ala :

وَلَنْ تَرْضَى عَنْكَ الْيَهُودُ وَلا النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ قُلْ إِنَّ هُدَى اللَّهِ هُوَ الْهُدَى وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ بَعْدَ الَّذِي جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ مَا لَكَ مِنَ اللَّهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلا نَصِيرٍ

“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.” [QS. Al-Baqarah : 120]

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

الْيَهُودُ مَغْضُوبٌ عَلَيْهِمْ وَالنَّصَارَى ضُلَّالٌ (رواه الترمذي رقم ٢٩٥٤ وصححه الألباني في سلسلة الصحيحة رقم ٣٢٦٣)

“Yahudi adalah (umat) yang dimurkai dan Nashara adalah (umat) yang sangat sesatnya.” [HR. At-Tirmidzi no. 2954, dan dishahihkan oleh Al-Albani dalam Silsilah Ash-Shahihah no. 3263]




Sejarah Dan Asal Usul Kue Ulang Tahun


Sejarah Kue Ulang Tahun

Asal Birthday Cakes berasal dari masa kuno tetapi kue itu sangat berbeda dari apa yang kita miliki saat ini. Kata ‘Cakes’ dikatakan telah diciptakan pada awal abad ke-13 dan dikatakan telah berasal dari kata ‘kaka’ bahasa Norse Lama.

Definisi Kue Ulang Tahun (Birthday Cake)
Dalam budaya Barat Birthday Cake didefinisikan sebagai pastry atau dessert yang disajikan kepada seseorang di hari ulang tahunnya. Kue ulang tahun biasanya dihiasi dengan nama seseorang dan membawa pesan selamat. Lilin sama dengan jumlah tahun seseorang telah hidup juga ditempatkan pada kue. Ada juga tradisi untuk meletakkan satu lilin ekstra untuk membawa keberuntungan. Kue ulang tahun biasanya spons dan rasa yang paling populer di kue adalah cokelat.
Sejarah Birthday Cake
Sejarah Birthday Cake dapat ditelusuri kembali ke Yunani kuno yang membuat kue atau roti madu berbentuk bulat atau bulan dan membawanya ke kuil Artemis-Dewi Bulan. Beberapa ahli, bagaimanapun, percaya bahwa tradisi kue ulang tahun dimulai di Jerman pada Abad Pertengahan. Adonan roti manis diberi bentuk bayi
Yesusdi kain lampin dan digunakan untuk memperingati hari ulang tahunnya. Kue ulang tahun khusus ini kemudian muncul kembali di Jerman sebagai Kinderfest atau perayaan ulang tahun seorang anak muda. Jerman juga membuat jenis lain khusus kue yang disebut Geburtstagorten seperti yang dipanggang berlapis-lapis. Ini adalah roti yang lebih manis dan kasar seperti kue yang biasanya dibuat pada waktu itu.

Mengapa Round Birthday Cake?
Pada jaman dulu, kue ulang tahun kebanyakan berbentuk bulat. Asosiasi sarjana keyakinan agama dan dorongan teknis untuk hal yang sama. Yunani menawarkan kue berbentuk bulat untuk Dewi Bulan – 
Artemis sebagaimana lambang bulan . Mereka bahkan menempatkan lilin pada kue untuk membuat kue seperti cahaya bulan.
Beberapa ahli berpendapat bahwa kue di dunia kuno memiliki hubungan dengan siklus tahunan. Babak bentuk kue ini lebih disukai sebagai mewakili sifat siklus kehidupan. Kebanyakan khusus, matahari dan bulan.
alasan teknis diberikan untuk bulatan kue adalah bahwa kue yang paling kita tahu lebih lanjut dari roti. Dalam roti zaman kuno dan kue dibuat dengan tangan. Biasanya berbentuk bola bulat dan dipanggang di hearthstones atau panci dangkal atau rendah. Oleh karena itu, ini secara alami santai menjadi bentuk bulat. Dengan kemajuan, loyang berbagai bentuk dikembangkan dan hari ini kita melihat kue dalam bentuk imajinatif dan ukuran.

Tradisi Peletakkan Lilin di Birthday Cake
]
Tradisi lilin pada kue ulang tahun dihubungkan dengan Yunani awal, yang menggunakan tempat lilin menyala pada kue untuk membuat mereka bersinar seperti bulan. Dahulu, Yunani membawa kue ke kuil Artemis-Dewi Bulan. Beberapa ahli mengatakan bahwa lilin yang ditempatkan pada kue karena orang percaya bahwa asap dari lilin yang membawa keinginan mereka serta doa kepada Dewa-dewa yang tinggal di langit. Yang lain percaya bahwa adat asli di Jerman di mana orang dulu menempatkan lilin besar di tengah kue untuk melambangkan ‘cahaya kehidupan’.
Pada zaman ini juga, orang menempatkan lilin pada kue ulang tahun dan berdo’a (silent wish) sebelum meniup lilin. Hal ini diyakini bahwa meniup semua lilin dalam satu nafas berarti do’a dan keinginan tersebut akan terwujud dan akan menikmati keberuntungan di tahun mendatang. Beberapa juga menuliskan nama sebelum mengiris kue untuk membawa keberuntungan.
Tradisi dan Kepercayaan Tahayul Terkait Birthday Cake
Dalam abad pertengahan orang Inggris dulu menempatkan benda simbolik seperti koin, cincin dan bidal dalam adonan kue. Ia percaya bahwa orang-orang yang menemukan koin di kue akan menjadi kaya sedangkan kesialan bagi yang menemukan bidal, tidak pernah akan menikah. Pernikahan itu ditandai bagi orang yang menemukan sepotong kue dengan cincin. Bahkan saat ini beberapa orang mengikuti tradisi dan menempatkan benda kecil, koin palsu dan permen kecil di dalam kue.
Jika kue jatuh saat pemanggangannya itu dianggap sebagai pertanda buruk dan nasib buruk ditandakan untuk orang di tahun mendatang.

Kemajuan Teknis Pembuatan Birthday Cake
Pada awalnya kue dulu serupa dengan roti. Mereka ditambahkan dengan madu dan ditambahkan dengan kacang-kacangan dan buah-buahan kering. Menurut sejarawan makanan, Mesir kuno adalah yang pertama untuk menunjukkan bukti keterampilan pemanggangan yang maju. Pemanggang Eropa Abad Pertengahan dulu membuat kue buah dan kue jahe yang dapat bertahan selama berbulan-bulan. Sekitar pertengahan abad ke-17, Eropa telah membuat kemajuan yang cukup besar dalam seni membuat kue. Mereka mulai membuat apa yang dapat disebut pelopor untuk kue modern yang bulat dan telah icing. Hal ini terutama disebabkan oleh perkembangan teknologi yang membuat oven handal tersedia, cetakan makanan dan gula halus. Pada waktu hoops kue – cetakan kayu kayu atau logam untuk membentuk kue diletakkan di panci datar untuk efek bentuk.
Icing Pertama yang digunakan dalam kue biasanya komposisi gula, putih telur dan flavor yang direbus. Kemudian icing digunakan untuk dituangkan pada kue dan kemudian kue itu dimasukkan kembali ke oven untuk sementara waktu. Ketika kue itu dibawa keluar, lapisan gula didinginkan dengan cepat untuk membentuk keras glossy es seperti menutupi. Mouled cakes and fancy ices mencapai puncaknya di zaman Victoria.

Dengan berjalannya waktu, seni pemanggangan kue terus maju dan tidak sampai pertengahan abad ke-19 bahwa kue kita ketahui hari ini dikembangkan. Rasa dan penampilan kue itu ditingkatkan dengan tepung putih ekstra-halus dan penggunaan baking powder, bukan ragi.
Sebagai seorang Mukmin sudah seharusnya meninggalkan tradisi ini.



Hukum Makan Kue Ulang Tahun

المسلمون هنا يحتفلون بمولد الأطفال ويقدمون الطعام للضيوف ويؤدون الصلاة النارية وقد رفضنا ذلك لكن ذهبنا حتى لا يصيبنا الحرج وهم يجعلوننا نأكل قهراً قائلين أنهم فقط يصنعون الطعام للضيوف فهل لنا أن نأكل من هذا الطعام؟ وما الدليل على عدم الأكل منه مع علمنا أن هذا الأمر بدعة ؟.


Hukum Makan Ulang Tahun

Pertanyaan, “Kaum muslimin di daerah kami merayakan ulang tahun anak-anaknya. Dalam acara tersebut mereka menyuguhkan makanan untuk para tamu. Mereka juga membaca shalawat nariyah.
Sebenarnya kami tidak menyetujui acara semacam itu namun kami tetap mendatangi undangan acara ulang tahun agar kami tidak mendapatkan masalah di tengah-tengah masyarakat. Mereka membuat kami terpaksa memakan makanan ulang tahun. Mereka beralasan bahwa mereka itu hanya membuat makanan untuk para tamu.

Apakah kami boleh turut menikmati makanan yang disuguhkan? Kami sudah mengetahui bahwa acara tersebut bid’ah namun apa dalil untuk melarang memakan makanan tersebut?”
الحمد لله
الإحتفال بالمولد بدعة في دين الله ، لا تجوز إقامته ، ولا يجوز الأكل مما يصنع فيه ولأجله ، وزعمهم أن طعام المولد من أجل الضيوف لا يبرر أكله ، والضيافة لها أحكامها ، والأمور بماقصدها ، ومن الواضح جدا أن الطعام إنما صنع من أجل هذه المناسبة المبتدعة . والأكل من هذا الطعام مما يعينهم على الإستمرار وهو تعاون على الإثم والعدوان ، والله سبحانه وتعالى قال : ( وتعاونوا على البر والتقوى ولا تعاونوا على الإثم والعدوان ) .
الشيخ عبد الكريم الخضير .

Jawaban Syaikh Abdul Karim al Khudair, “Perayaan hari lahir itu bid’ah dalam agama Allah. Tidak boleh mengadakannya, tidak boleh memakan makanan yang ada pada acara tersebut ataupun makanan yang dibuat untuk acara tersebut. Anggapan mereka bahwa makanan peringatan hari lahir itu karena datangnya banyak tamu bukanlah alasan yang bisa dibenarkan untuk menikmatinya. Menjamu tamu itu ada aturannya.

Banyak perkara itu dinilai dengan melihat niat pelakunya. Satu hal yang sangat jelas bahwa makanan tersebut dibuat dalam rangka acara itu.
Memakan makanan yang dihidangkan pada acara tersebut itu membantu pelakunya untuk terus menerus menyelenggarakannya sehingga hal itu termasuk tolong menolong dalam dosa dan pelanggaran syari’at yang Allah larang dalam al Maidah ayat kedua”. Sampai di sini perkataan Syaikh Abdul Karim al Khudair.

أما الصلاة النارية فهي من صلوات الصوفية المبتدعة فلا يجوز حضور مجالسها ولا المشاركة فيها .

Tentang shalawat nariyah Syaikh Muhammad Shalih al Munajjid mengatakan, “Shalawat nariyah adalah shalawat bid’ah buatan orang-orang sufi. Tidak boleh menghadiri acara membaca shalawat nariyah apa lagi berperan serta dalam acara tersebut”.

Maaf Kawan, Saya Gak Ngucapin Selamat ULTAHmu


Mungkin kurangnya pengetahuan mengenai “ke-Aqidah-an”, masih banyak ummat Islam yang mengikuti ritual paganisme ini. Bahkan tidak menutup kemungkinan para ustadz dan ustazdah pun ikut merayakannya dan terjebak di dalamnya. Apalagi gencarnya media televisi dan media massa lainnya mempublikasikan seremonialnya yang terkadang dilakukan oleh beberapa da’i muda atau yang bergelar ustadz [setengah artis, katanya sih !]. Ditambah lagi kebiasaan ini sudah jamak dan menjadi hal yang seakan-akan wajib apabila ada anggota keluarga, rekan atau sahabat yang memperingati hari lahirnya. Dan tak kurang kelirunya sejak di Taman Kanak-kanak dan SD sudah diajarkan secara praktek langsung bahkan ada termaktub dalam buku-buku kurikulum mereka . Wallahu a’lam. Semoga Allah memberikan hidayah kepada mereka.
Pada masa-masa awal Nasrani generasi pertama (Ahlul Kitab / kaum khawariyyun / pengikut nabi Isa) mereka tidak merayakan Upacara Ulang Tahun, karena mereka menganggap bahwa pesta ulang tahun itu adalah pesta yang mungkar dan hanya pekerjaan orang kafir Paganisme.
Pada masa Herodes lah acara ulang tahun dimeriahkan sebagaimana tertulis dalam Injil Matius 14:6;
“Tetapi pada HARI ULANG TAHUN Herodes, menarilah anak Herodes yang perempuan, Herodiaz, di tengah-tengah meraka akan menyukakan hati Herodes.” (Matius14 : 6)
Dalam Injil Markus 6:21
“Akhirnya tiba juga kesempatan yang baik bagi Herodias, ketika Herodes pada hari ulang tahunnya mengadakan perjamuan untuk pembesar-pembesarnya perwira-perwiranya dan orang-orang terkemuka di Galilea.”(Markus 6:21)

Look at the Bible, Matthew 14 : 6 and Mark 6:21;
celebrating of birthday is Paganism, and Jesus (Isa, peace be upon him) doesn’t to do it, but Herod.
Matthew 14:6 :
“But when Herod’s birthday was kept, the daughter of Herodias danced before them, and pleased Herod.”
Mark 6:21 :
“Finally arrived also a good opportunity for Herodias, Herod on his birthday gave a feast for the magnifying-magnifying, officer-officers and prominent people in the Galilee.”

Orang Nasrani yang pertama kali mengadakan pesta ulang tahun adalah orang Nasrani Romawi. Beberapa batang lilin dinyalakan sesuai dengan usia orang yang berulang tahun. Sebuah kue ulang tahun dibuatnya dan dalam pesta itu, kue besar dipotong dan lilin pun ditiup. (Baca buku : Parasit Aqidah. A.D. El. Marzdedeq, Penerbit Syaamil, hal. 298)
Sudah menjadi kebiasaan kita mengucapkan selamat ulang tahun kepada keluarga maupun teman, sahabat pada hari ULTAHnya. Bahkan tidak sedikit yang aktif dakwah (ustadz dan ustadzah) pun turut larut dalam tradisi jahiliyah ini.

Sedangkan kita sama-sama tahu bahwa tradisi ini tidak pernah diajarkan oleh Nabi kita yang mulia Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, dan kita ketahui Rasulullah adalah orang yang paling mengerti cara bermasyarakat, bersosialisasi, paling tahu bagaimana cara menggembirakan para sahabat-sahabatnya. Rasulullah paling mengerti bagaimana cara mensyukuri hidup dan kenikmatannya. Rasulullah paling mengerti bagaimana cara menghibur orang yang sedang bersedih. Rasulullah adalah orang yang paling mengerti CARA BERSYUKUR. Adapun tradisi ULANG TAHUN ini merupakan tradisi orang-orang Yahudi, Nasrani dan kaum paganisme, maka Rasulullah memerintahkan untuk menyelisihinya. Apakah Rasulullah pernah melakukannya ? Padahal Herodes sudah hidup pada jaman Nabi Isa. Apakah Rasulullah mengikuti tradisi ini ?

Rasulullah pernah bersabda:

“Kamu akan mengkuti cara hidup orang-orang sebelum kamu, sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta. Sehingga jika mereka masuk kedalam lobang biawak kamu pasti akan memasukinya juga”. Para sahabat bertanya,”Apakah yang engkau maksud adalah kaum Yahudi dan Nasrani wahai Rasulullah?” Rasulullah menjawab: “Siapa lagi jika bukan mereka?”

Rasulullah bersabda:

“ Man tasabbaha biqaumin fahua minhum” (Barang siapa yang menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk golongan mereka.” ( HR. Ahmad dan Abu Daud dari Ibnu Umar)

Allah berfirman;

وَلَنْ تَرْضَى عَنْكَ الْيَهُودُ وَلا النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ

“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. “ (QS. Al Baqarah : 120)

وَلا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولا

“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran , pengelihatan, dan hati, semuannya itu akan diminta pertanggungjawabannya.” (QS. Al-Isra’:36)
“… dan kamu mengatakan dengan mulutmu apa yang tidak kamu ketahui sedikitpun juga, dan kamu menganggapnya suatu yang ringan saja. Padahal dia pada sisi Allah adalah besar.” (QS. an-Nuur: 15)

Janganlah kita ikut-ikutan, karena tidak mengerti tentang sesuatu perkara. Latah ikut-ikutan memperingati Ulang Tahun, tanpa mengerti dari mana asal perayaan tersebut.
Ini penjelasan Nabi tentang sebagian umatnya yang akan meninggalkan tuntunan beliau dan lebih memilih tuntunan dan cara hidup di luar Islam. Termasuk juga di antaranya adalah peringatan perayaan ULTAH, meskipun ditutupi dengan label SYUKURAN atau ucapan selamat MILAD.
Jika kita mau merenung apa yang harus dirayakan atau disyukuri BERKURANGNYA usia kita?
semakin dekatnya kita dengan KUBUR? SUDAH SIAPKAH kita untuk itu? Akankah kita bisa merayakannya tahun depan?

Seorang muslim dia dituntut untuk MUHASABAH setiap hari, karena setiap detik yang dilaluinya TIDAK akan pernah kembali lagi sampai nanti dipertemukan oleh ALLAH Subhanahu wa Ta’ala pada hari penghisaban , yang tidak ada yang bermanfaat pada hari itu baik anak maupun harta kecuali orang yang menghadap ALLAH Subhanahu wa Ta’ala dengan membawa hati yang ikhlas dan amal yang soleh.
Jadi, alangkah baiknya jika tradisi jahiliyah ini kita buang jauh-jauh dari diri kita, keluarga dan anak-anak kita dan menggantinya dengan tuntunan yang mulia yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.


  

Cara Islami Menyikapi Hari Ulang Tahun



           Ada hari yang dirasa spesial bagi kebanyakan orang. Hari yang mengajak untuk melempar jauh ingatan ke belakang, ketika saat ia dilahirkan ke muka bumi, atau ketika masih dalam buaian dan saat-saat masih bermain dengan ceria menikmati masa kecil. Ketika hari itu datang, manusia pun kembali mengangkat jemarinya, untuk menghitung kembali tahun-tahun yang telah dilaluinya di dunia. Ya, hari itu disebut dengan hari ulang tahun.
           
             Nah sekarang, pertanyaan yang hendak kita cari tahu jawabannya adalah: bagaimana sikap yang Islami menghadapi hari ulang tahun?
Jika hari ulang tahun dihadapi dengan melakukan perayaan, baik berupa acara pesta, atau makan besar, atau syukuran, dan semacamnya maka kita bagi dalam dua kemungkinan.
Kemungkinan pertama, perayaan tersebut dimaksudkan dalam rangka ibadah. Misalnya dimaksudkan sebagai ritualisasi rasa syukur, atau misalnya dengan acara tertentu yang di dalam ada doa-doa atau bacaan dzikir-dzikir tertentu. Atau juga dengan ritual seperti mandi kembang 7 rupa ataupun mandi dengan air biasa namun dengan keyakinan hal tersebut sebagai pembersih dosa-dosa yang telah lalu. Jika demikian maka perayaan ini masuk dalam pembicaraan masalah bid’ah. Karena syukur, doa, dzikir, istighfar (pembersihan dosa), adalah bentuk-bentuk ibadah dan ibadah tidak boleh dibuat-buat sendiri bentuk ritualnya karena merupakan hak paten Allah dan Rasul-Nya. Sehingga kemungkinan pertama ini merupakan bentuk yang dilarang dalam agama, karena Rasul kita Shallallahu’alaihi Wa sallam bersabda,

مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ

“Orang yang melakukan ritual amal ibadah yang bukan berasal dari kami, maka amalnya tersebut tertolak” [HR. Bukhari-Muslim]

Perlu diketahui juga, bahwa orang yang membuat-buat ritual ibadah baru, bukan hanya tertolak amalannya, namun ia juga mendapat dosa, karena perbuatan tersebut dicela oleh Allah. Sebagaimana hadits,

أَنَا فَرَطُكُمْ عَلَى الْحَوْضِ ، لَيُرْفَعَنَّ إِلَىَّ رِجَالٌ مِنْكُمْ حَتَّى إِذَا أَهْوَيْتُ لأُنَاوِلَهُمُ اخْتُلِجُوا دُونِى فَأَقُولُ أَىْ رَبِّ أَصْحَابِى . يَقُولُ لاَ تَدْرِى مَا أَحْدَثُوا بَعْدَكَ

“Aku akan mendahului kalian di al haudh (telaga). Dinampakkan di hadapanku beberapa orang di antara kalian. Ketika aku akan mengambilkan (minuman) untuk mereka dari al haudh, mereka dijauhkan dariku. Aku lantas berkata, ‘Wahai Rabbku, ini adalah umatku.’ Lalu Allah berfirman, ‘Engkau sebenarnya tidak mengetahui bid’ah yang mereka buat sesudahmu.’ “ (HR. Bukhari no. 7049)

                 Kemungkinan kedua, perayaan ulang tahun ini dimaksudkan tidak dalam rangka ibadah, melainkan hanya tradisi, kebiasaan, adat atau mungkin sekedar have fun. Bila demikian, sebelumnya perlu diketahui bahwa dalam Islam, hari yang dirayakan secara berulang disebut Ied, misalnya Iedul Fitri, Iedul Adha, juga hari Jumat merupakan hari Ied dalam Islam. Dan perlu diketahui juga bahwa setiap kaum memiliki Ied masing-masing. Maka Islam pun memiliki Ied sendiri. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda,
إن لكل قوم عيدا وهذا عيدنا

“Setiap kaum memiliki Ied, dan hari ini (Iedul Fitri) adalah Ied kita (kaum Muslimin)” [HR. Bukhari-Muslim]
Kemudian, Ied milik kaum muslimin telah ditetapkan oleh Allah dan Rasul-Nya hanya ada 3 saja, yaitu Iedul Fitri, Iedul Adha, juga hari Jumat. Nah, jika kita mengadakan hari perayaan tahunan yang tidak termasuk dalam 3 macam tersebut, maka Ied milik kaum manakah yang kita rayakan tersebut? Yang pasti bukan milik kaum muslimin.
Padahal Rasulullah Shallallahu’alaihi Wa sallam bersabda,
من تشبه بقوم فهو منهم

“Orang yang meniru suatu kaum, ia seolah adalah bagian dari kaum tersebut” [HR. Abu Dawud, disahihkan oleh Ibnu Hibban]

               Maka orang yang merayakan Ied yang selain Ied milik kaum Muslimin seolah ia bukan bagian dari kaum Muslimin. Namun hadits ini tentunya bukan berarti orang yang berbuat demikian pasti keluar dari statusnya sebagai Muslim, namun minimal mengurangi kadar keislaman pada dirinya. Karena seorang Muslim yang sejati, tentu ia akan menjauhi hal tersebut. Bahkan Allah Ta’ala menyebutkan ciri hamba Allah yang sejati (Ibaadurrahman) salah satunya,

والذين لا يشهدون الزور وإذا مروا باللغو مروا كراما

“Yaitu orang yang tidak ikut menyaksikan Az Zuur dan bila melewatinya ia berjalan dengan wibawa” [QS. Al Furqan: 72]

Rabi’ bin Anas dan Mujahid menafsirkan Az Zuur pada ayat di atas adalah perayaan milik kaum musyrikin. Sedangkan Ikrimah menafsirkan Az Zuur dengan permainan-permainan yang dilakukan adakan di masa Jahiliyah.

            Jika ada yang berkata “Ada masalah apa dengan perayaan kaum musyrikin? Toh tidak berbahaya jika kita mengikutinya”. Jawabnya, seorang muslim yang yakin bahwa hanya Allah lah sesembahan yang berhak disembah, sepatutnya ia membenci setiap penyembahan kepada selain Allah dan penganutnya. Salah satu yang wajib dibenci adalah kebiasaan dan tradisi mereka, ini tercakup dalam ayat,

لَا تَجِدُ قَوْمًا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ يُوَادُّونَ مَنْ حَادَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ

“Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya” [QS. Al Mujadalah: 22]

               Kemudian Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin -rahimahllah- menjelaskan : “Panjang umur bagi seseorang tidak selalu berbuah baik, kecuali kalau dihabiskan dalam menggapai keridhaan Allah dan ketaatanNya. Sebaik-baik orang adalah orang yang panjang umurnya dan baik amalannya. Sementara orang yang paling buruk adalah manusia yang panjang umurnya dan buruk amalannya.

             Karena itulah, sebagian ulama tidak menyukai do’a agar dikaruniakan umur panjang secara mutlak. Mereka kurang setuju dengan ungkapan : “Semoga Allah memanjangkan umurmu” kecuali dengan keterangan “Dalam ketaatanNya” atau “Dalam kebaikan” atau kalimat yang serupa. Alasannya umur panjang kadang kala tidak baik bagi yang bersangkutan, karena umur yang panjang jika disertai dengan amalan yang buruk -semoga Allah menjauhkan kita darinya- hanya akan membawa keburukan baginya, serta menambah siksaan dan malapetaka” [Dinukil dari terjemah Fatawa Manarul Islam 1/43, di almanhaj.or.id]

             Jika demikian, sikap yang Islami dalam menghadapi hari ulang tahun adalah: tidak mengadakan perayaan khusus, biasa-biasa saja dan berwibawa dalam menghindari perayaan semacam itu. Mensyukuri nikmat Allah berupa kesehatan, kehidupan, usia yang panjang, sepatutnya dilakukan setiap saat bukan setiap tahun. Dan tidak perlu dilakukan dengan ritual atau acara khusus, Allah Maha Mengetahui yang nampak dan yang tersembunyi di dalam dada. Demikian juga refleksi diri, mengoreksi apa yang kurang dan apa yang perlu ditingkatkan dari diri kita selayaknya menjadi renungan harian setiap muslim, bukan renungan tahunan.



Sabtu, 17 November 2012

BIOGRAFI SINGKAT IAMAM AL-BUKHARI DAN IMAM MUSLIM


IMAM AL-BUKHARI

Beliau adalah Abu Abdullah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim Ibnul Mughirah bin Bardizbai al-Ju'fi al-Bukhari. gelar al-Ju'fi karena buyutnya yang bernama al-Mughirah pada mulanya adalah orang majusi. Namun akhirnya ia memeluk agama islam dihadapan seorang yaman yang berasal dari daerah ju'fi. Semenjak itulah keluarga beliau mendapat julukan al-ju'fi. Al-ju'fi sendiri sebenarnya merupakan induk kabilah di kawasan yaman.

Beliau lahir pada hari jum'at 13 syawal 194 H dan wafat pada malam hari raya idul fitri tahun 256 H dalam usia 62 tahun kurang 13 hari. Beliau tidak meninggalkan anak laki-laki. Beliau telah melakukan pengembaraan guna memperoleh hadits-hadits dari seluruh ulama yang tinggal di negeri-negeri islam. Beliau telah menulis riwayat hadits dari para ulama ahli hadits yang bergelar al-Hafiz ; seperti makki bi ibrahim, al-Baklkhi, Abdullah bin utsman al-Marwazi, ubaidillah bin musa al-'absi, abu nu'aim al-fadhl bin dakim, ali ibnul-madini, ahmad bin hanbal, yahya bin ma'im dan masih banyak lagi ulama lainnya. Bnayak murid yang berguru kepadanya. Al-Fayarbari mengatakan kitab al-Bukhari sudah di dengarkan oleh 9000 orang. Tidak ada seorangpun dari mereka meriwayatkan langsung dari al-Bukhari sejak ia masih hidup sampai sekarang, Kecuali aku satu-satunya.

Imam al-Bukhari mencari hadits sejak usia 10 tahun, pada usia 11 tahun beliau telah mampu mengoreksi kesalahan guru-gurunya. Al-Bukhari mengatakan " Aku telah menyusun kira-kira 600.000 riwayat hadits dalam kitabku sahih al-Bukhari. Setuap kali hendak menulis hadits dalam kitab tersebut, aku selalu melakukan shalat 2 rekaat terlebih dahulu ".

Ketika berkunjung ke baghdad, al-Bukhari didatangi oleh para ulama ahli hadits disana yang bermaksud hendak menguji kemampuannya. Mereka sengaja memutar balikan matan dan sanad sebanya 100 riwayat hadits. Susunan sanad dan matan yang diputar balikan diserahkan kepada 10 orang ulama yang di beri tugas untuk membacakannya di hadapan al-Bukhari. Lalu ulama tadi menanyakan tentang hadits yang sanad dan matannya sudah di tukar. Al-Bukhari menjawab " aku tidak mengetahui ". Si ulama tadi kembali menyanyakan tentang hadits yang lain yang susunan sanad dan matannya juga telah ditukar. Al-Bukhari kembali menjawab, " Aku tidak mengetahuinya ", sehiingga si ulama tadi selesai menyebutkan 10 riwayat hadits al-Bukhari tetap saja menjawab aku tidak mengetahuinya. Giliran si ulama tadi yang membacakan 10 riwayat hadits di hadapan al-Bukhari. Namun jawabannya tetap sama, jawaban itu tidak berubah sampai ke sepuluh ulama tadi membacakan seratus riwayat hadits yang sanad dan matannya sudah ditukar dan di acak-acak. Para tokoh ulama ahli hadits sudah tahu bahwa jawaban al-Bukhari seperti tiu, sebenarnya merupakan bentuk pengingkaran al-Bukhari terhadap riwayat-riwayat hadits yang di bacakan di hadapannya dengan cara ditukar-tukar susunan matan  atau teks dan sanadnya. Tetapi orang-orang awam yang tidak akan mengerti apa yang di maksud dari jawaban al-Bukhari tersebut.

Setelah itu barulah al-Bukhari mengulas serta mengoreksi riwayat yang di bacakan oleh si ulama yang pertama tadi, al-Bukhari berkata " Tentang hadits yang anda bacakan tadi yang benar adalah seperti ini ". Al-Bukhari mengoreksi semua riwayat yang disebutkan oleh kesepuluh orang tadi dengan tepat. Sejak itulah orang-orang mengakui bahwa al-Bukhari adalah seorang ulama ahli hadits bergelar al-Hafiz yang hebat.





IMAM MUSLIM

Beliau adalah Abu husain ibnul-hajjaj bin muslim al-Qusyairi an-naisaburu.
Lahir pada tahun 204 H dan wafat pada tanggal 24 Rajjab tahun 261 H dalam usia 57 tahun.

Imam Muslim telah melakukan pengembaraan guna mencari hadits keseluruh penjuru negeri. Beliau meriwayatkan hadits dari yahya bin yahya, qutaibah bin sa'id, ishaq bin rahawaih, ahmad bin hanbal, al-Qa'nabi, harmalah bin yahya dan para tokoh ulama ahli hadits lainnya.

Beberapa kali beliau pergi ke baghdag dan meriwayatkan hadits disana. Bnyak ulama ahli hadits yang meriwayatkan hadits darinya. Dalam mengetahui riwayat hadits shahih, ia lebih menonjol daripada ulam-ulama ahli hadits pada zamannya. Ia mengatakan aku telah menyusun al-Musnad dari 300.000 riwayat hadits yang didengarkan. Al-Khathib al-Baghdadi mengatakan. Sesungguhnya iamam muslim mengikuti jejak yang ditempuh oleh al-Bukhari.

Semoga Allah selalu mencurahkan rahmatnya keepada beliau berdua. Amiin....

SESUNGGUHNYA RAHMAT-KU MENGALAHKAN MURKA-KU



Hadits berikut ini diriwayatkan oleh al-Bukhari dalam Kitab Tauhid - Bab Firman Allah Ta'ala dan Allah memperingatkan kamu terhadap siksa-Nya. jilid IX, hal. 150. Sedangkan dalam Kitab al-Qasthalan, Hadits ini terdapat dalam jilid X, hal. 381

 Kami mendapatkan riwayat dari Abdan, dari Abu Hamzah, dari al-A'masy, dari Abu Shalih, dari Abu Hurairah ra, dari Nabi saw, Beliau bersabda, " Ketika Allah telah mencipyakan makhluk, Dia menulis dalam kitab-Nya. Allah menulis sendiri dan Dia meletakan tulisan itu disisi Nya dekat 'Arasy, Sesungguhnya rahmat-Ku mengalahkan murka-Ku. "

Ulasan hadits ini dikutip dari keterangan al-Qasthalani kitab Tauhid, jilid X, hal 381.

 " Dia menulis dalam kitab-Nya ". Maksudnya, Allah memerintahkan qalam untuk menulis di dalam kitab-Nya.

" .... Disisi-Nya ". Maksudnya, hal itu telah di ketahui disis-Nya.

" .... Didekat 'Arasy ". Maksudnya, semua yang Dia tentukan ditulis di dekat 'Arasy sehingga tersembunyi dari seluruh makhluk, 'Arasy adalah sebuah tempat yang tidak bisa terjangkau oleh indra makhluk. Yang jelas, Sesungguhnya Allah benar-benar terbebas dari ruang dan waktu. Begitu pula dengan penulisan ketentuan tersebut, bukan berati supaya Allah tidak lupa, Maha suci Allah dari hal-hal yang seperti itu Tuhan yang Maha Tinngi lagi Maha Besar.

Sesungguhnya Firman Allah ini sebagai peringatan betapa Besar dan Agung ketentuan takdir yang ditulis oleh Allah. Soalnya kitab yang berisi tentang ketentuan takdir Allah- sepertii yang disebutkan dalam hadits tadi diletakan di dekat 'Arasy dan posisi Lauh Al-Mahfuzh sendiri berada di bawah "Arasy, sedangkan kitab yang mencakup ketentuan tersebut ada diatas 'Arasy.

Mungkin diantara maslah ini adalah ketentuan Allah yang di catat di bawah 'Arasy adalah masuk dalam ruang limgkup hukum sebab musabab. Sedang yang dipegunakan untuk merekam hukum sebab musabab tersebut adalah Lauh Al-Mahfuzh.

Sementara ketentuan Allah ditulis diatas 'Arasy adalah firmanya, " Sesungguhnya rahmat-Ku mengalahkan murka-Ku ". Yang di maksud dengan murka disini adalah respon atau reaksi yang terjadi terhadap sebuah aksi atau tindakan, yaitu azab yang akan Dia tampakan pada orang yang di murkai-Nya. Selain itu, sesuatu dalam hal ini rahmat Allah yang mendahuluinya atau yang menghalalkan sesuatu yang lain. Dalam hal ini murka-Nya sangat bergantung kepada asal mula sesuatu tersebut. Perlu di ketahui, bahwa asal mula rahmat itu lebih dahulu daripada asal mula murka. Soalnya rahmat adalah sifat asal yang dimiliki oleh Allah yang Maha Suci. Sedangkan murka adalah sifat Allah yang muncul karena adanya perbuatan hamba yang durhaka. Oleh karena itu jelas sangat wajar kalu rahmat Allah mengalahakan atau mendahuluinya murka-Nya.

Al-Qasthalani mengetengahkan keterangan tambahan tentang masalah ini dalam kitabnya bad'u al-Khalqi. Ia mengutip keterangan at-Turbasyti yang menyatakan, jika di sebutkan rahmat memeng ditentukan Allahselalu unggul atas murka, hal itu sebenarnya menegaskan bahwa jumlah hamba yang akan mendapatkan rahmat-Nya itu jauh lebih banyak daripada jumlahhamba yang terkena murka-Nya. Padahal banyak manusia yang tidak berhak menerima rahmat Allah namun tetap Dia berikan limpahan rahmat-Nya. Berbeda dengan murka, Allah hanya akan memurkai orang-orang yang memang harus dimurkai-Nya. Bahkan anda tahu, kalau rahmat Allah itu benar-benar meliputi manusia, termasuk manusia yang masih berupa janin, balita menyusui, balita yang disapih maupun anak yang masih dalam masa pertumbuhan. Padahal mereka semua sama sekali belum pernah melakukan ketaatan kepada Allah. Sedangkan Allah hanya memurkai hamba yang terbukti melakukan sesuatu yang bertentangan dengan aturan, sehingga ia memang benar-benar berhak menerima murka-Nya.

Dalam kitab al-Mashabib disebutkan bahwa yang dimaksud dengan murka adalah keinginan untuk menimpakan siksa. Sedangkan yang dimaksud dengan rbahmat adalah keinginan untuk memberikan balasa pahala.Tentu saja baik sifat rahmat maupun murka Allah pada hakikatnya tidak bisa saling mengalahkan maupun saling mendahului. Ungkapan dalam hadits tadi hanya kiasan belaka.


Rahmat dan murka juga tidak musthahil menjadi sifat dari tindakan Allah, bahkan hanya sebagai sifat Zat-Nya saja. Sebab yang di maksud rahmat adalah pahala dan perlakuan baik, sedangkan yang di maksud murka adalah azab dan siksa. Kalau rahmat dan murka dipandang dari kaca mata ini, maka yang dimaksud dengan firman Allah dalam hadits ini tadi ialah rahmat Allah lebih banyak daripada murka-Nya.

Ath--Thayyibi rahimahullah mengatakan " Firman Allah yang menyebiykan bahwa rahmat-Nya mengalahkan murka-Nya" senada dengan firman-Nya dalam kitab suci al-qur'an " Tuhanmu telahmenetapkan atas diri-Nya kasih sayang " Al-An'aam 54. Maksudnya Allah telah berjanji untuk melimpahkan rahmat kepada mereka semua. Wallahu A'lam.

Hadits berikut ini diriwayatkan aleh al-Bukharidalah shahih al-Bukhari, Kitab Tauhid, tetapi susunan redaksinya adalah,

... Rasulullah saw bersabda, ketika Allah telah menciptakan makhluk, Dia menilis disisi-Nya diatas "Arasy-Nya. Sesungguhnya rahmat-Ku mendahului murka-Ku.

Hadits ini juga diriwayatkan  oleh al-Bukharidalam shahih al-Bukhari, Kitab awal penciptaan jilid V, hal. 251.

Bersumber dari Abu Hurairah ra, Sesunggunya rahmat-Ku mengalahkan murka-Ku. Dalam hadits ini juga disebutkan " ...Ketika Allah selesai menciptakan makhluk ".

Hadits ini juga diriwatkan oleh Muslimdalam shahih Muslim. Kitab Taubat. Bba luasnya rahmat Allah. An Nasaai juga meriwayatkan dalam sunan an nasaai, pembahasan sifat-sifat Allah. Menurut al-Qasthalani, At Tirmidzi juga meriwayatkan dengan menggunakan susunan redaksi.

Sesungguhnya Allah ketika menciptakan makhluk, menulis dengan tangan-Nya sendiri atas diri-Nya. Sesungguhnya rahmat-Ku mengalahkan murka-Ku.
At-Tirmidzi mengatakan hadits ini hasan shahih gharib.

Hadits ini juga diriwayatkan oleh ibnu majah dengan menggunakan susunahn redaksi.

Tuhan kalian telah menulis dengan tangannya sendiri sebelum Dia menciptakan makhluk, rahmat-Ku mengalahkan murka-Ku

Semoga bermanfaat....

Kamis, 15 November 2012

HANYA DENGAN AL-QUR'AN DAN SA-SUNNAH DUNIA INI BISA MENJADI BAIK


"  Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka menginggat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun kepada mereka, dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al-Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan diantara mereka adalah orang-orang fasiq ". QS. Al-Hadid 16

Marilah kita perhatikan firman Allah swt tersebut secara pribadi maupun secara bangsa yang merasa beriman bagaimana kita menjawab pertanyaan Allah tersebut? " Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka menggingat kepada Allah dan kepada kebenaran yang telah turun ? Atau hati kita sudah keras sehingga kita menjadi fasiq ? ".

Kita sebagai bangsa yang mayoritas beragama islam terpuruk jatuh dan berantakan, sebab pokoknya adalah dikarenakan krisis akhlaq. Adapun sebab krisis akhlaq adalah karena jauhnya dari tuntunan al-qur'an dalam kehidupan.

 " Sesungguhnya bangsa itu tergantung akhlaqnya
            Bila rusak akhlaqnya maka rusaklah bangsa itu "

Rasulullah saw bersabda : " Kejahatan dan perbuatan jahat keduanya sama sekali bukan ajaran islam. Bahwasanya orang yang paling baik islamnya ialah yang paling baik akhlaqnya ". HR. Tirmidzi

Dampak dari krisis akhlaq, tumbuh dengan berbagai macam kejahatan dan kerusakan di berbagai bidang sebagaimana yang kita rasakan sekarang ini. Dimana-mana terjadi kerusuhan, kerusakan, perzinaan, perjudian, mabuk-mabukan tidak kalah juga pertikaian sesama bangsa sendiri. Rasa persaudaraan sesama bangsa hancur berantakan, ukhuwah sesama muslim pun ikiut tecabik-cabik. Sesama muslim saling mencaci, menghina bahkan terlontar ucapan " Halal darahnya " hanya karena berbeda pandangan dan golongan. Na'udzubillah min dzalik.

Para elit yang dijadikan figur pemimpin omonganya sudah tidak dapat dipegang oleh rakyat lagi. Satu sama lain saling mencela, meremehkan, tampak kesombonganya masing-masing. Terkesan tidak adanya kerja sama, saling menolong, saling membantu dalam mengatasibangsa dan negara yang sedang sakit parah ini.

Sedangkan orang-orang yang dibawah, mereka hanya taqlid buta terhadap orang-orang yang di tokohkan. Keadaan yang demikian menunjukan kehidupan bangsa ini tidak memiliki akhlaqul karimah dan makin jauh dari aturan islam. Hal ini tuntu menjadikan kita semua umat islam sedih dan sangat tidak menyenangkan, akan tetapi kita bisa mengambil hikmahnya di balik ini semua.

Allah swt berfirman : " Dan boleh kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu ". QS.Al-Baqarah 216

Dengan keadaan yang tidak menyenangkan ini, mudah-mudahan sangat baik untuk ummat islam khususnya. Hanya kepada Allah lah kita bergantung dan berharap serta berserah diri. Jangan terlalu mengharapkan sesuatu dari makhluk, orang-orang besar sekalipun sehingga meremehkan dan menghina orang-orang kecil.

Rasulullah saw bersabda : " Hanyasanya Allah akan menolong ummat ini lantaran orang-orang lemahnya, dengan doa mereka, shalat mereka dan keikhlasan mereka ". HR. Nasaai

Sedangkan para pembesar negri dan orang-orang yang hidup mewah pada umumnyamengingkari peringatan dan petunjuk dari Allah. Mereka merasa dengan kekayaan dan anak-anak mereka dapat menolak siksa akibat keingkaraannya, dengan sombong mengatakan. " Dan mereka berkata : kami lebih banyak mempunyai harta dan anak-anak dan kami sekali-kali tidak akan diazab ". QS. Saba' 35

Masih belum saatnya kah hati kita mau dipimpin dengan al-qur'an ?. Bagi orang-orang yang beriman tentu akan menjawab, jangan ditunda-tunda lagi sebelum kerusakan ini semakin parah !!!

Oleh karena itu marilah kita teladani perilaku kehidupan Rasulullah saw agar mendapat ridha Allah dan dapat mengatasi segala persoaalan. " Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu yaitu bagi orang-orang yang mengharap rahmat Allah dan kedatangan hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah ". QS. Al-Ahzaab 21

Imam malik berkata : " Setiap orang boleh diambil perkataanya dan boleg pula ditolak, kecuali perkataan kubur ini, sambil menunjuk ke arah makam Nabi " . HR. Malik

Denagn demikian seorang muslim dilarang bertaqlid buta mengikuti apa saja yang dilakukan dan di ucapkan seseorang, apakah kyai, ustadz, ulama, mentri agama atau pembesar negri sekalipun.

Rasulullah saw membina kekuatan umat ini memulai dari bawah tidak memaksa di atas." Tidaklah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya menjulang kelangit. Pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat. Dan perumpamaan kalimat yang buruk seperti pohon yang buruk, yang telah dicabut dengan akar-akarnya dari permukaan bumi; tidak dapat tetap tegak sedikitpun ". QS. Ibrahim 24-26

Hal itu dapat kita ketahui ketika orang-orang kafir mekkah menawarkan kepada Nabi, apapun yang Nabi minta akan dipenuhi sekalipun ingin menjadi raja, asal Nabi mau berhenti berdakwah. Tawaran itu langsung dijawab Nabi dengan tegas " Hai paman, sekiranya mereka meletakan matahari ditangan kananku dan bulan ditangan kiriku agar aku meninggalkan dakwah, tentu aku tidak akan melakukannya sehingga Allah memenangkannya agma Allah ini atau aku mati karena membelanya ". Nuurul Yaaqin 41

Beliau berdakwah dengan menanamkan akar tauhid yang kuat bagaikan pohon yang baik, tidak ada keinginan sama sekali menjadi penguasa sedang umatnya dalam kesesatan dan penderitaan. Lain dengan kita, ingin sekali menjadi penguasa, bahkan saling berebut pengaruh, sekalipun ummatnya dalam penderitaan dan kesesatan. Dalam berdakwah Rasulullah saw melakukannya dengan ikhlas, tanpa pamrih, kecuali hanya menebarkan kasih sayang diantara manusia. " Dan yang demikian itu adalah prasangkamu yang telah kamu sangka terhadap Tuhanmu, prasangka itu telah membinasakan kamu, maka jadilah kamu orang-orang yang merugi ". QS. Asy-Syuuraa 23

Dakwah Rasulullah kepada manusia dengan cara baik, lemah lembut, tidak dengan kekerasan serta sabar, tidak takut menghadapi resiko tanpa mengeluh dan putus asa. "  Serulah manusia kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik..". QS. An-Nahl 125

 " Sesungguhnya Allah itu lemah lembut Ia mencintai kelemah lembutan dalam segala hal dan Dia akan memberikan apa yang tidak Dia berikan kepad kekerasan ". HR. Bukhari

" Dan bersabarlah dalam menunggu ketetapan Tuhanmu..". QS. Ath-Thuur 48

Rasulullah saw membina ukhuwah dengan menanamkan rasa kasih sayang " Tidak beriman seseorang diantara kalian sehingga mencintai saudaranya seperti cintanya kepada dirinya sendiri " HR. Bukhari dan Muslim.

" Seorang muslim adalah saudara muslim lainya, tidak boleh ia menganiaya, tidak boleh menghinanya. Taqwa itu disini Beliau sambil menunjuk kedadanya. Seseorang cukup menjdi jahat karena dia menghina saudaranya sesama muslim. Setiap seorang muslim terhadap muslim lainnya  adalah haram darahnya, kehormatanya dan hartanya ". HR. Bukhari dari Abu Huraiirah

Semua bentuk persaudaraan tanpa landasan iman dan taqwa tidak dapat diharapkan kesungguhanya. " Teman-teman akrab pada hari itu sebagian menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang taqwa " QS. Zukhruf 67

Rasulullah saw memerintahkan ummatnya untuk mengikuti al-qur'an keman saja al-qur'an itu membawanya " Beredarlah kamu mengikuti al qur'an kemana saja al qur'an itu beredar ". HR. Malik

" Benar-benar aku telah tinggalkan untukmu dua perkara yang kamu tidak akan sesat selam kamu berpegang kepada keduanya yaitu al-qur'an dan sunnah nabi-Nya ". HR. Hakim

" Dan bahwa yanh Kami perintahkan ini adalah jalan-ku yang lurus, maka ikutilah dia dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan yang lain, karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu bertaqwa ". QS Al-An'aam 153

Rasulullah saw juga memerintahkan agar menjahui perdebatan. " Jauhillah perdebatan sebab larangan yang pertama kali disampaikan kepadaku oleh Tuhanku setelah menyembah berhala adalah perdebatan ". HR. Thabrani

" Dan ta'atlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar". QS. Al-Anfaal 46

Dengan berbagai pesan dan arahan Rasulullah serta petunjuk Allah, semoga keadaan yang tidak menyenangkan ini dapat membawa pengaruh positif kepada ummat islam.

" Tidak akan dapat memperbaiki keadaan umat akhir ini melainkan dengan apa yang pernah memperbaiki keadaan ummat pertamanya ". HR. Malik

" Barangsiapa yang mengikuti petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka. Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta ". QS. Thahaa 123-124

Ada jalan yang pasti dan terang dan jelas dan jelas membawa kebenaran tidak di tempuh, tetapi jalan yang menuju kebingungan, kesesatan justru ditempuh. Itulah diantara bentuk kesombongan dan pendustaan terhadap kebenaran.. 

" Aku akan memalingkan orang-orang yang menyombongkan dirinya di muka bumi tanpa alasan yang benar dari tansda-tanda kekuasaan-Ku. Mereka jika  melihat tiap-tiap ayat-Ku, mereka tidak beriman kepadanya. Dan jika mereka melihat jalan yang membawa kepada petunjuk, mereka tidak mau menemempuhnya, tetapi jika mereka melihat jalan kesesatan, mereka terus menempuhnya. Yng demikian itu adalah karena mereka mendustakan ayat-ayat Kami dan mereka selalu lalai daripadanya " . QS. Al-A'raaf 146

Semoga bermanfaat dan semoga juga kita bisa mengambil hikmah di balik ini semua..

MUSIK



  Dari Abu Hurairah RA, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda , " Apabila harta fai' ( rampasan perang ) sudah di jadikan barang rebutan, amanat ( kepemimpinan ) dijadikan sebagai barang ghanimah ( rampasan ), zakat dihutang ( tidak dibayar ), dipelajari hal-hal yang bukan agama, suami tunduk kepada istrinya, ibunya didurhakai, orang lebih dekat kepada kawannya sementara ayahnya sendiri di jahui, suara-suara gaduh di masjid-masjid, yang menjadi kepala qabilah ( kampung ) adalah orang yang fasiq, yang menjadi pemimpin suatu kaum adalah orang yang sangat rendah akhlaqnya, seseorang disanjung-sanjung karena takut kejahatannya, merajalelanya penyanyi-penyanyi dan musik, khamr diminum di mana-mana, generasi yang di belakang mengutuk generasi pendahulunya, maka di saat yang demikian itu hendaklah mereka waspada datangnya angin merah, gempa bumi, tenggelam kedalam tanah, perubahan menjadi kera dan babi dan pelemparan batu dari langit serta beberapa tanda kekuasaan Allah yang akan terjadi berturut-turut seperti untaian benda yang talinya putus, maka akan berjatuhan benda tersebut berturut-turut ". HR. Tirmidzi juz 3, hal. 335, no. 2308, dla'if karena di dalam sanadnya ada perawi bernama Rumaih Al-Judzamiy, ia majhul.

Keterangan Hadits :

Pertama di situ di jelaskan oleh Rasulullah SAW " Apabila fai' sudah di jadikan barang rebutan ". Jadi ghanimah itu di kumpulkan di baitul mal, nanti pimpinan yang akan membagi pada mujahid-mujahid yang ikut berperang dan pada waktu itu Rasulullah atau khalifah-khalifah yang akan membaginya. Kalau ini tidak, jadi tidak di kumpulkan atau tidak di bagi, tetapi dengan cara rebutan atau mengambil sendiri-sendiri.

Kemudian amanat atau kepemimpinan dijadikan sebagai barang ghanimah atau rampasan, padahal Rasulullah SAW sendri bersumpah saya tidak akan memberikan suatu jabatan atau mengangkat pada suatu jabatan kepada orang yang sangat mengingginkannya. Jadi jabatan itu tidak boleh diminta, tetapi ini tidak justru merebut jabatan itu.

Kemudian zakat tidak di bayar atau di hutang, padahal zakat itu bukan miliknya. Jadi Allah itu memberi rizqi kepada kita, sebagian kecil bukan milik kita, itu milik orang lain yang di titipkan oleh Allah kepada kita,tetapi tidak di bayar atau zakatnya tidak mau membayarnya.

Kemudian dipelajari bukan dari hal-hal agama. Kalau agama justru susah memperajarinya atau tidak ada semangat sama sekali terhadap agama, tetapi kalau mempelajari perdukunan atau mempelajari yang lainnya mau. Mempelajari agama tidak ada selera sama sekali, maka akhirnya pengetahuan agama lama-lama menjadi dangkal, hilang tentang pengetahuan agama atau menganggap agama tidak penting.

Suami tunduk pada istrinya seharusnya Arijalu qawwa mu 'alannisaa' laki-laki iti menjadi pemimpin rumah tangga. Tetapi ini tidak, justru suami yang tunduk kepada istrinya dan istri sekalian yang memimpin rumah tangganya.

Ibunya di durhakai. Di hadits lain diterangakan tanda-tanda gejala atau datangnya kiamat, kalau sudah ada budak melahirkan tuannya, Maksudnya yang melahirkan itu ibu dan ibu itu di posisikan sebagai budak, anak yang di lahirkan memposisikan sebagai tuan. Jadi anak memperbudak ibunya, maka ibunya di durhakai.

Orang lebih dekat kepada kawannya sementara ayahnya sendiri dijahui. Jadi dengan ayahnya sendiri jauh tetapi kalau dengan temennya justru sangat dekat sekali, kalau di suruh ayahnya tidak mau paling tidak ditunda-tunda, tetapi kalau temannya yang menyuruhnya langsung di laksanakan perintah itu malampun juga akan berangkat, ayahnya sendiri justru di jahui.

Suara-suara gaduh di masjid-masjid. Maka Nabi SAW meningatkan akan datang suatu masa dimana islam hanya tinggal namanya saja, al-qur'an tinggal tulisannya, masjid-masjid ramai tetapi tidak menurut tuntunan agama, maka membuat gaduh dimasjid.

Yang menjadi qabilah atau kepala kampung adalah orang fasiq. Pejabatnya tukang mabuk, judi, zina. itu yang menjadi pemimpin suatu kaum adalah orang yang sangat rendah akhlaqnya.

Seseorang disanjung-sanjung karena takut kejahatannya. Jadi yang haq itu takut dengan yang jahat.

Merajalelanya penyanyi-penyanyi dan musik. Jadi selain itu ada penyanyi-penyanyi yang di jual atau membayar penyanyi, jadi memperdagangkan penyanyi. Memang penyanyi iti biasanya di iringi dengan musik itu merajalela, jadi penjual penyanyi dan musik merajalela. Tekananya bukan musiknya, kalau kita lihat hadist tentang musik yang lainya bahwa musik itu di bolehkan,menyanyi boleh. Tetapi ini berkaitan dengan hadist yang lain menerangkan penyanyi-penyanyi bayaran, di iringi dengan musik-musik itu, sekarang bayaran penyanyi itu mahalapalagi mau telanjang di atas panggung, mengundang penyanyi yang telanjang diatas panggung mungkin bayarannya sampai jutaan. Tetapi kalau mau mengundang mubaligh, kyai, ustadz, ulama untuk pidato atau ceramah sangat murah sekali paling cuma ratusan ribu saja. Jadi bagaimana masyarakat bisa menjadi baik dituntun kejalan yang benar saja tidak mau menghargainya walaupun para kyai, ustadz, mubaligh atau ulama tadi tidak mengingginkan harga itu, tapi hanya sekedar untuk ongkos saja, itu saja di hitung Itulah kondisi umat islam sekarang. BARANG RUSAK LEBIH DIHARGAI DARIPADA BARANG BAIK.

Khamr diminum dimana-mana dan terang-terangan. Maka sering terjadi pertikaian, permusuhan, perkelahian, pembunuhan, perzinaan karena mabuk-mabukan itu.

Generasi yang di belakang mengutuk generasi pendahulunya. jadi tidak mau mengerti perjuangannya.

Perubahan menjadi kera dan babidan pelemparan batu dari langit. Maksudnya pelemparan batu dari langit itu adalah hujan batu, seperti untaian benda yang talinya putus. Jadi ada sebuah benda di ikat kemudian ikatanya itu putus, maka kan berjatuhan benda tersebut secara berturut-turut. Maksudnya begitu mengisyaratkan.

Walaupun hadits ini diterangkan  dlaif. Andaikata haditsnya ini saja tidak boleh dijadikan peganggan. Tetapi hadits ini bersesuaian dengan hadits yang shahih, maka hadits ini bisa dipakai sebagai penguat hadit-hadits shahih. Hadits yang shahih isalnya, suami-suami menurut wanita-wanita, dalam hadits lain diterangkan, kalau kiblat suami menurut kepada kepada wanita. Kalaulaki-laki itu tunduk kepada wanita kata Nabi " Perut bumi lebih baik dari punggungnya ". Jadi laki-laki atau kepala rumah tangga tunduk dengan istrinya, tidak bisa memimpin istri, justru istri yang memimpin dia, maka laki-laki tidak ada nilainya di mata wanita. Nabi saw juga mengatakan " Andaikata orang itu boleh d\sujud kepada orang saya perintahkan istri-istri itu untuk sujud kepada suaminya " Selama suami mengajak kepada kebenaran. Tetapi ini tidak justru yang sujud suaminya kepada istri, kalau sudah begitu kata Nabi " Perut bumi lebih baik kamu tempati daripada punggungnya " maksudnya di kubur dalam bumi, mati lebih baik daripada hidup.

Termasuk meminta kepemimpinan tadi, amanat sebagai rampasan, Nabi mengatakan " Apabila amanat kamu sia-siakan maka tunggu saja kehancurannya ".

Adalagi tentang beberapa hal tentang merajalelanya penyanyi-penyanyi dan musik, maksudnya penyanyi-penyanyi bayaran tadi, perdagangan penyanyi biasanya di iringi dengan musik. Terus sebanyak-banyak itu terjadi gempa bumi dan sebagainya. Nabi kita judga mengatakan " Apabila disuatu kaum yang terjadi ditengah-tengah itu suatu kemaksiatan-kemaksiatan, sebenarnya kaum itu mampu mencegahnya, tetapi tidak mau mencegahnya maka Allah akan meratakan di kaum itu, mendatangkan adzab secara merata "

Di hadits lain Nabi menerangkan " Apabila perbuatan zina dan riba sudah terang-terangan, mabuk-mabukan sudah terang-terangan berarti penduduk itu sudah rela menerima adzab Allah ".

Inilah hadits-hadits shahih yang menerangkan.

Semoga bermanfaat dan bisa mengambil hikmahnya. Amiin..

Rabu, 14 November 2012

BIOGRAFI SINGKAT IMAM MALIK



 Beliau adalah Abu Abdullah malik bin Anas al-Anshbahi, imam madinah negri hijrah. Lahir pada tahun 95 H dan Wafat di madinah pada tahun 179 H dalam usia 84 tahun.

Beliau adalah imam negri kawasan hijjaz. Bahkan beliau adalah imam bagi kaum muslimin dalam bidang fiqih dan hadits. Merupakan sesuatu yang cukup membanggakan baginya bahwa  imam asy-syafi'i adalah salah satu seorang murid beliau.

Imam malik berguru kepada Ibnusyihab az-zuhri, yahya bin sa'id al-Anshari, nafi' maulana ibnu umar r.a dan lainya. Banyak ulama yang berguru kepadanya, diantara mereka adalah imam asy-syafi'i, muhammad bin ibrahim bin dinar, ibnu abdurrahman al-Makhzumi, abdul aziz bin abu hazim ( mereka adalah murid-murid yang menjadi teman diskusi beliau ) ma'n bin isa al-qazzaz, abdul malik bin abdul aziz al-majisyun, yahya bin yahya al-andalusi, abdullah bin maslamah al-qa'nabi, abdul bun wahb dan ashba' ibnul faraj, mereka adalah guru-guru al-bukhari, muslim, abu daud, at tirmidzi, ahmad bin hanbal, yahya bin ma'in dan tokoh-tokoh ulama ahli hadits lainnya.

At-Tirmidzi dalam kitabnya jami al-tirmidzi meriwayatkan sebuah hadits dari abu hurairah, ia berkata sesungguhnya Rasulullah saw bersabda orang-orang hampir saja pergi jauh dengan menunggang unta untuk mencari ilmu, namun tidak menemukan seorangpun yang lebih alim daripada ulama madinah.

At-Tirmidzi berkata bahwa hadits ini hasan.

Abdurrazaq dan syufyan bin uyainah berkata bahwa, yang di maksud dengan sang ulama madinah ialah malik bin anas.

Imam malik mengatakan jarang sekali guru-guruku meninggal dunia sebelum mereka datang dan meminta fatwa kepadaku.

Pernah pada suatu hari imam malik meriwayatkan hadits dari Rabi'ah bin abu abdurrahman. Orang-orangpun semua meminta tambahan riwayat haditsnya. Imam malik bertanya kepada mereka. Apa yang kalian perbuat terhadap rabi'ah yang sedang tidur di bangunan itu ?. Mereka menjawab benar, mereka bertanya bagaimana malik bisa beruntung mendapatkan kedudukan di hati umat karena anda, sedangkan anda tidak bisa memperoleh keuntungan dari diri anda sendiri ?. Rabi'ah menjawab, asalkan kalian tahu, bahwa sesungguhnya sedikit saja kekuasaan ku itu lebih baik daripada setumpuk ilmu.

Imam malik ulama yang sangat memuliakan ilmu, setiap kali hendak meriwayatkan hadits, ia berwudhu terlebih dahulu, lalu duduk dengan tenang, berwibawa, serta penuh hormat dan tidak lupa memekai wangian. Ia benar-benar seorang ulama yang sangat di segani, seorang penduduk madinah memuji imam malik dalam bait-bait syairnya.

Ia memberikan jawaban.
Tanpa ada yang berani mengoreksinya karena takut
Orang-orang yang bertanya hanya bisa tertunduk dan berpangku tangan
Sikap sopan dan menghormati penguasa adalah dengan segan
Ia sangat di taati, meskipun bukan penguasa

Yahya bin sa'id al-qathan mengatakan riwayat hadits malik adalah yang paling shahih diantara ulama ahli hadits yang lain.

As-syafi'i mengatakan ketika para ulama di sebut-sebut, malik adalah bintang mereka.

Diceritakan bahwa khalifah al manshur pernah melarang imam malik meriwayatkan hadits tentang hukum talak yang di ucapkan oleh seseorang yang dipaksa di bawah ancaman. Kemudian ada seseorang yang menyanyakan masalah tersebut kepadanya. Maka ia pun meriwayatkan sebuah hadits dihadapan orang banyak. Talak yang diucapkan oleh orang yang dipaksa itu hukumnya tidak sah. Ia lalu dijatuhi hukuman cambuk oleh sang khalifah al manshur, namun ia tetap meriwayatkan hadits tersebut.

Ketika khalifah harun ar rasyid menuaikan ibadah haji, ia mendengar tentang kitab al muwaththa' karya imam malik. Sang khalifah lalu memberi hadiah uang sebesar 3000 dinar kepada malik, seraya berkata ikutlah dengan kami. Sesungguhnya aki ingin menjadikan kitabmu itu sebagai peganggan wajib para ulama, sebagaimana utsman ra pernah melakukan hal itu dengan al-qur'an. " Dengan tegas imam malik menjawab, tidak ada alasan kuat untuk menyeragamkan orang-orang agar berpegang pada kitab al muwaththa', karena sepeninggal Rasulullah saw para shahabat nabisaw sudah berpencar-pencar ke berbagai negeri.

Penduduk mesir misalnya, mereka sudah memiliki ilmu sendiri. Lagi pula Nabi saw pernah bersabda " Perbedaan pendapat dikalangan umatku adalah suatu rahmat ". Adapun untuk ikut anda, tidak ada alasan bagiku, karena Rasulullah saw pernah bersabda manidah itu lebih baik dengan mereka seandainya mereka mengetahui. Ini uangmu masih utuh, aku sama sekali tidak tertarik pada dunia dengan meninggalkan madinah Rasul.

Asy-syafi'i mengatakan : Aku pernah melihat didepan pintu rumah malik ada beberapa ekor keledai dari spesies kuda khurusan dan seekor keledai spesies mesir. Aku belum pernah melihat binatang sebagus itu, aku berkata kepadany bagus sekali binatang-binatng itu. Seketika ia berkata, binatang-binatng ini aku hadiahkan untukmu. Aku berkata sisakan seeokr untuk kendaraan anda. Ia berkata sesungguhnya aku merasa malu kepada Allah menginjak tanah yang ada makam Rasulullah saw dengan mengunakan sepatu seekor binatang.

Masih banyak lagi biografi mulia imam malik lainya yang tidak bisa di hitung. Semoga Allah Ta'ala senantiasa melimpahkan rahmat-Nya kepada beliau.. Amiin..

Semoga bermanfaat...

BALASAN BUNUH DIRI ADALAH NERAKA



 Hadist berikiut ini tentang seorang yang memotong urat nadinya dengan pisau lalu mati dan diriwayatkan oleh al-Bukhari, bab orang-orang bani isra'il, jilid 4, hal 170

Aku mendapatkan riwayat dari muhammad, dari hajjaj, dari jarir, dari al-Hasan, kami mendengar riwayat dari jundub bin abdullah dalam masjid ini dan kami tidak pernah lupa terhadap hadits tersebut semenjak kami di kabarkan dan kami juga tidak khawatirkalu jundub mendustakan Rasulullah saw, ia berkata ; Rasulullah saw bersabda di antara orang-orang sebelum kalian dahulu ada seorang laki-laki yang terluka. Setelah merasa putus asa, ia mengambil sebuah pisau untuk menggiris tangannya. Darah terus mengalir sampai akhirnya ia meninggal dunia. Kemudian Allah Ta'ala berfirman " hamba-Ku telah mendahului Aku dalam membawa jiwanya. Aku mengharankan surga atasnya ".

Diantara orang-orang sebelum kalian dahulu....., maksudnya ialah orang kaum bani isra'il atau mungkin dari kaum nabi lainnya. Tetapi pendapat kedua lebih kuat Allah berfirman " Hamba-Ku telah mendahului Aku dalam membawa jiwanya ". Artinya orang itu telah  menyegerakan kematian pada dirinya dengan dirinya sendiri. Aku mengharamkan surga atasnya. Alasan kenapa Allah mengharamkan orang tersebut masuk surga, karena ia telah menghalalkan tindakan bunuh diri, sehinggamenghalalkan tindakan bunuh diri, sehingga ia layak orang kafir. Ia akan kekal selama-lamanya di dalam neraka karena kekafiran tersebut. Jadi yang membawa ia kekal di neraka bukan karena ia bunuh diri, melainkan karena ia telah menghalalkan tindakan maksiat tersebut atau mungkin sejak awal orang ini sudah kafir. Itu sebabnya ia disiksa dengan kemaksiatan ini, sebagai tambahan atas kekafirannya.

Sebagian ulama berselisih pendapat tentang pengertian kalimat " Hamba-Ku telah mendahukui Aku dengan jiwanya ". Secara lahiriyah, pengertian kalimat tersebut ialah barangsiapa melakukan tindakan bunuh diri, berarti ia telah mengakhiri hidupnya sebelum waktu yang ditetapkan oleh Allah, padahal setiap orang yang meninggal dunia dengan cara apapun, hal itu pasti sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan oleh Allah untuknya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui kalau orang itu akan mati dengan sebab tersebut. Apa yang telah di ketahui oleh Allah tidak akan pernah berubah.

Menanggapi persoalan ini perlu ada penjelasan sebagai berikut :

 Tatkala di dapati suatu fenomena penyegaran, dengan inisiatif dan pilihan sendiri, sedangkan Allah tidak memberitahukan pengetahuan-Nya kepada orang tersebut. Ia memilih untuk menghabisi jiwanya, berarti seolah-olah ia mendahului takdir Allah. Oleh karena itu ia berhak mendapatkan siksa dikarenakan perbuatan maksiat tersebut.

Hadits diatas menjelaskan dengan jelas betapa besar tindakan membunuh jiwa, baik diri sendiri atau membunuh orang lain. Sebab, pada hakikatnya nyawanya itu bukan miliknya, tetapi milik Allah Ta'ala semata

Wallahu A'lam.

Semoga bermanfaat....

Sabtu, 10 November 2012

TAUHID


 Hanya agama islam lah agama yang bersih dari syirik.

 "  Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih dari syirik. Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah berkata :  " Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya ". Sesungguhnya Allah akan memutuskan di antara mereka tentang apa yang mereka berselisih padanya. Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yang pendusta dan sangat ingkar ". QS. Zummar 3

  Semua Nabi yang di utus Allah di muka bumi, tugasnya hanya satu yakni mengajak seluruh manusia untuk menyembah-Nya dan mengesakan Allah, serta meninggalkan segala yang di Tuhankan selain Dia.

Allah swt berfirman :

 " Tidak ada paksaan untuk memasuki agama islam  : Sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang teguh kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui". QS. Al-Baqarah 256

 " Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat untuk menyerukan : Sembahlah Allah saja, dan jauhilah Thaghut itu...". QS. An-Nahl 36

 " Sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya lalu ia berkata : " Wahai kaumku sembahlah Allah, sekali-kali tak ada Tuhan selain-Nya Sesungguhnya kalu kamu tidak menyembah Allah aku takut kamu akan di timpa adzab hari yang besar ( kiamat ) ". QS Al-A'Raf 59

 " Sesungguhnya agama tauhid ini adalah agama yang satu dan Aku adalah Tuhanmu, maka sembahlah Aku". QS. Al-Anbiya 92

 " Dan ibrahim mrenjadikan kalimat tauhid itu kalimat yang kekal pada keturunannya supaya mereka kembali kepada kalimat tauhid itu". QS. Az-Zukhruf 28

  Nabi Muhammad saw membina tauhid selama 13 tahun di mekah, Nabi saw mengajak kepada tauhid dan pelurusan aqidah. Karena hal itu merupakan landasan bangunan islam.

 Tauhid adalah meyakini keesaan Allah dalam bentuk Rububiyah, ikhlas beribadah dan menempatkan bagi-Nya nama-nama dan sifat-sifat-Nya.

 Tauhid di bagi menjadi 3 bagian : Tauhid Rububiyah, Uluhiyah dan Asma' wa sifat.

1. Tauhid Rububiyah
      Adalah meyakini Allah lah sang pencipta alam. tidak ada pencipta lain dan Allah lah yang memeliharanya.

 " Allah menciptakan segala sesuatu dan Dia memelihara segala sesuatu". QS. Zummar 62

 " Dan tidak ada suatupun binatang melata di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya..". QS. Hud 6

 " Katakanlah : Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajuka. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atsa sesala sesuatu. Engkau masukan malam kedalam siang dan Engkau masukan siang kedalam malam . Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. Dan Engkau beri rezki siapa yang Engkau kehendaki tanpa hisab". QS. Ali-Imraan 26-27

 Allah menciptakan semua  makhluknya di atas fitrah pengakuan terhadap Rububiyah dan orang-orang musyrik pun mengakui keesaan Allah. Jenis tauhid ini di akui oleh semua orang, karena hati manusia sudah di fitrahkan untuk mengakuinya.


 2. Tauhid Uluhiyah
        Adalah mentauhidkan Allah dalam menyembah atau beribadah.

 " Dan Kami tidak mengutus seorang rasulpun sebelum kamu, melainkan Kami wahyukan kepadanya : " Bahwasanya tidak ada Tuhan yang hak melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian Aku". QS. Al-Anbiya 25

 " Dan ingatlah Ibrahim, ketika ia berkata kepada kaumnya  : " Sembahlah olehmu Allah.. ". QS. Al-Ankabut 16

 " Katakanlah : " Sesungguhnya aku perintahkan supaya menyembah Allah dengan memurnikan keta'atan kepada-Nya dalam menjalankan agama ". QS. Zummar 11

 Rasulullah saw bersabda : " Saya perintahkan untuk memerangi manusia sampai mereka berkata bahwa tiada Illah yang hak di sembah kecuali Allah dan bersaksi bahwa Muhammad adalah Rasul ". HR. Muttafaq 'Alaih

 Kewajiban awal bagi setiap muslim adalah bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak di sembah kecuali Allah.

 " Maka ketahulah, bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan yang hak melainkan Allah.... ". QS. Muhammad 19

 Dan kewajiban bagi setiap orang yang pertama kali memelu islam adalah mengucapkan kalimat syahadat.
Tauhid ini adalah inti dari dakwah para Rasul, karena ia adalah asas dan pondasi tempat di bangunannya seluruh amal dan jenis tauhid ini adalah kewajiban yang pertama segenap hamba Allah.

 " Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutujan-Nya dengan sesuatupun... ". QS. An-Nisaa' 36

 " Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia.... ". QS. Al-Isra' 23

A. Makna syahadat LAA ILLAHAA ILLALLAH.

    Yaitu beri'tikad dan berikrar bahwa tidak ada yang berhak disembah dan menerima Ibadah kecuali Allah.

B. Makna syahadat MUHAMMAD RASULULLAH.

      Adalah hamba Allah dan Rasul-Nya yang di utus kepada seluruh manusia secara keseluruhan dan mengamalkan apa yang telah diperintahkan.

C. Syarat syahadat  LAA ILLAHAA ILLALLAH

 1.Ilmu artinya memahami maknanya dan maksudnya.
     " Dan sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah tidak dapat memberi syafa'at ; akan tetapi orang yang dapat memberi syafa'at ialah orang yang mengakui yang hak dan mereka meyakininya". QS. Zukhruf 86

 2. Yakin artinya orang yang mengikrarkan harus meyakini kandungan syahadat.

     " Sesungguhnya orang-orang yang beriman hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya kemudian mereka tidak ragu-ragu...". QS. Al-Hujurat 15

 3. Menerima artinya kandungan dan konsekuensi dari menyembah Allah semata dan meninggalkan ibadah kepada selain Allah.

   " Sesungguhnya mereka dahulu apabila di katakan kepada mereka : " Laa ilaaha illallah " ( Tiada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah ) mereka menyombongkan diri dan mereka berkata : " Apakah sesungguhnya kami harus meninggalkan sembahan-sembahan kami karena seorang penyair gila ?". QS. Ash-Shaffat 35-36

 4. Tunduk dan patuh artinya aunduk dan patuh dengan kandungan makna syahadat.

   " Dan barangsiapa yang menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang dia orang yang berbuat kebajikan, maka sesungguhnya ia telah berpegang teguh kepada buhul tali yang kokoh. Dan hanya kepada Allah-lah kesudahan segala urusan". QS. Luqman 22

 5. Jujur yakni mengucapkan kalimat ini dan hatinya juga membenarkannya.

  " Dan diantara manusia ada yang mengatakan : " kami beriman kepada Allah dan hari kemudian ", padahal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang beriman. Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tida sadar. dalam hati mereka ada penyakit, lalu di tambah Allah penyakitnya ; dan bagi mereka siksa yang pedih disebabkan mereka berdusta". QS. Al-Baqarah 8-10

 6. Ikhlas yaitu membersihkan amal dari segala debu-debu syirik

  " Padahal mereka tidak di suruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan keta'atan kepada-Nya dalam menjalankan agama dengan lurus..". QS. Al-Bayyinah 5

 7. Kecintaan maksudnya mencintai kalimat ini serta isinya.

  " Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah ; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang beriman sangat cintanya kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa pada hari kiamat, bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya niscaya mereka menyesal ". QS. Al-Baqarah 165


D. Syarat syahadat MUHAMMAD RASULULLAH

  1. Mengakui kerasulan dan meyakini di dalam hati.
  2. Mengucapkan dan mengikrarkan dengan lisan.
  3. Mengikutinya dengan mengamalkan ajaran kebenaran yang telah di bawanya dan meninggalkan kebatilan.
  4. Membenarkan segala apa yang di kabarkan dari hal-hal yang ghaib.
  5. Mencintainya.
  6. Mendahulukan sabdanya dari segala pendapat dan ucapan orang lain

 E. Tauhid Asma' Wa Sifat
        Yaitu beriman  kepada nama-nama Allah dan sifat-sifat-Nya.

  " Dia pencipta langit dan bumi.". QS. Asy-Syuuraa 11

SIFAT-SIFAT ALLAH :
  1. Berkuasa.

 " Kepunyaan Allah-lah kerajan langit dan bumi dan apa yang ada di dalamnya; dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu". QS. Al-Maiidah 120

 " ... Sesungguhnya Allah berkuasa segala sesuatu". QS. Al-Baqarah 20

 " Katakanlah : " Dialah yang berkuasa mengirimkan adzab kepadamu...". QS. Al-An'aam 65

 " .. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa". QS. Fathiir 44

 2. Berkehendak.

  " Sesungguhnya Kami telah memasang belenggu di leher mereka, lalu di tangan mereka diangkat ke dagu, maka karena itu mereka tertengadah ". QS. Yaasiin 8

  3. Ilmu

 " Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ghaib di langit dan di bumi...". QS Al-Hujurat 18

 " ... Sesunggunya Allah mengetahui, sedang kamu tidak ". QS. An-Nahl 74

  4. Hidup.

 " Dan bertatawakkallah kepada Allah yang hidup kekel yang tidak mati". QS. Al-Furqan 58

  5. Mendengar dan Melihat.

 " ". QS. Asy-Syuura 11

 " Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha melihat". QS. An-Nisaa' 58

 " ... Aku mendengar dan melihat". QS. Thaha 46

 " Apakah mereka mengira bahwa Kami tidak mendengar rahasia dan bisikan-bisikan mereka ? ". QS. Zukhruf 80

 " Tidaklah Dia Mengetahui bahwa sesungguhnya Allah melihat segala perbuatan ?  ". QS. Al-Alaq 14

  6. Berbicara.

 " .. Dan siapakah orang yang lebih benar perkataannya dari pada Allah ". QS. An-Nisaa' 87

 " Dan Kami telah memenggilnya dari sebelah kanan gunung thur... ". QS. Maryam 52

  7. Bersemayam di atas Arsy.

 " Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam diatas 'arsy ". QS. Al-Araaf 54

  8. Di atas dan tinggi

 " Sucikan nama Tuhanmu Yang Maha Tinggi ". QS. Al-'Ala 1

  9. Kebersamaan

 ".. Sesungguhnya Allah bersama kita.. ". QS. At-Taubah 40

 " Dan Dia bersama kamu dimana saja kamu berada". QS.Al Hadid 4

  10. Cinta Dan Redha

 " Sesungguhnya Allah telah ridha terhadap orang-orang miu'min..". QS. Al-Fath 18

  11. Murka Dan Benci

 " .. Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka sediakan untuk diri mereka yaitu kemurkaan Allah kepada mereka..". QS. Al-Maidah 80

  12. Wajah, dua tangan, dua mata.

 " Dan tetap kekal wajah Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan  ". QS Ar-Rahman 27

 "  Janganlah kamu sembah di samping menyembah Allah, Tuhan apapun yang lain. Tidak ada Tuhan yang berhak di sembah melainkan Dia. Tiap-tiap sesuatu pasti binasa, kecuali wajah Allah ... ". QS. Al-Qashsash 88

  13. Heran

    " Rabb kita merasa heran terhadap keputusan hamba-hambanya padahal telah dekat perubahan keadaan dari kesulitan kepada kemudahan oleh-Nya.  Dia melihat kepadamu yang dalam sempit ( susah ) dan berputus asa, maka Dia pun tertawa Dia mengetahui bahwa jalan keluar bagi kalian adalah dekat ". HR. Ahmad

  14. Datang

 " Jangan berbuat demikian. Apabila bumi di goncangkan berturut-turut dan datanglah Tuhanmu : sedang malaikat berbaris tetapi tidak berguna lagi mengingat itu baginya ". QS. Al-Fajr 21-22

" Tidak yang mereka nanti-nantikan melainkan datangnya Allah dan malaikat pada hari kiamat dalam naungan awan.. ". QS. Al-Baqarah 210

 " Yang mereka nanti-nanti tidak lain hanyalah kedatangan malaikat kepada mereka untuk mencabut nyawa mereka, atau kedatangan Tuhanmu atau kedatangan sebagian tanda-tanda Tuhanmu..". QS. Al-An'aam 158

  15. Gembira

 " Sungguh Allah lebih gembira karena taubat hambanya daripada kegembiraan salah seorang dari kalian karena telah menemukan unta tungganganya hilang ". HR. Muttafaq 'Alaih


F. Pentingnya Tauhid :

 1. Bahwa di ciptakan makhluk sebenarnya hanya untuk beribadah kepadanya saja.

QS. Adz-Dzariyat 56
QS. Al-Baqarah 21
QS. Al-A'raaf 172

 2. Tujuan di utusnya Rasul.

 3. Tauhid kewajuban yang pertama dan yang terakhir.

 4. Tauhid itu keutamaan yang paling wajib dan utama.

 5. Tauhid itu adalah hak Allah yang harus di tunaikan.

 6. Tauhid sebab kemenangan di dunia dan di akhirat.

 7. Tauhid merupakan kalimat pemisah antara islam dan kafir.


 Semoga bermanfaat khususnya bagi saya sendiri dan luasnya kepada kaum muslimin dan muslimat di manapun berada dan supaya  memperbaiki tauhid. Karena tauhid ini sangat penting dan tidak bisa ditawar lagi, meskipun nyawa kita sudah berada di kerongkongan, kalimat tauhid harus di pegang kuat.